Pengamat: Perbaikan Sempadan Sungai Harus Jadi Prioritas Samarinda
- 02 Mei 2026 07:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kondisi sempadan sungai di Kota Samarinda dinilai masih memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius serta terintegrasi lintas wilayah di Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan pengamat lingkungan, Thomas Robert Hutauruk dalam forum diskusi pembentukan forum peduli lingkungan yang digagas anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jumat malam 1 Mei 2026.
Menurutnya, meskipun pemerintah telah melakukan penanganan di beberapa titik, seperti di kawasan Karang Mumus, upaya tersebut belum mencakup seluruh daerah aliran sungai yang ada.
“Di Karang Mumus itu sudah kurang lebih 60 persen mereka sudah kerja. Tapi kan kita ini punya 15 DAS, masih ada 14 yang belum tertanganin,” ujar Thomas.
Ia menilai kerusakan sempadan sungai terjadi akibat pembukaan lahan dan pembangunan yang tidak tertata, termasuk keberadaan bangunan yang sudah memasuki badan sungai.
“Ada rumah di pinggir sungai yang tidak tertib, bukan di pinggir sungai lagi, tapi sudah masuk ke atas sungai. Sudah ada rumah-rumah di atas sungai,” katanya.
Thomas menegaskan pentingnya penetapan garis sempadan sungai sebagai batas antara aktivitas manusia dan ekosistem alami.
“Karena itu perlu dibuat garis sempadan sungai, nah itu yang membatasi antara aktivitas manusia dengan aktivitas organisme,” ucapnya.

Ia juga menilai forum yang diinisiasi DPRD menjadi langkah positif dalam menampung aspirasi masyarakat terkait kebijakan lingkungan.
“Ini positif, artinya kaum muda mendukung, tidak ada yang protes, dan ini akan kita tindak lanjuti sebagai bahan penyusunan perda,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi hingga proses penyusunan regulasi selesai.
“Kita akan menampung aspirasi masyarakat sampai dengan Agustus 2026, setelah itu akan disusun draftnya,” katanya.
Thomas menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh wilayah di Kalimantan Timur.
“Kalau mau baik lingkungannya, tidak cukup hanya Samarinda. Kabupaten lain juga harus mengikuti, karena ini saling berkaitan,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa saat ini risiko bencana di Samarinda berada pada kategori sedang, yang berpotensi meningkat jika tidak ada perbaikan menyeluruh.
“Samarinda saat ini resiko bencana masuk kuning, artinya sedang, dan bisa meningkat karena daerah sekitar kita banyak yang sudah merah,” ujarnya.
Dengan demikian, sinergi lintas daerah dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi risiko bencana di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....