Pemerhati Pendidikan Samarinda: Peran Orang Tua Kunci Pendidikan Anak

  • 30 Apr 2026 06:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peran orang tua dalam pendidikan anak kembali menjadi sorotan. Banyak pihak menilai bahwa sekolah tidak bisa menjadi satu-satunya tempat pembentukan karakter. Ketika tanggung jawab ini tidak berjalan seimbang, dampaknya terlihat pada sikap anak yang kurang disiplin dan sulit bertanggung jawab.

Pemerhati pendidikan, Irni Fatma Satyawati, menegaskan peran orang tua tetap dominan hingga anak memasuki usia remaja. “Kalau kita hanya mengandalkan sekolah itu berat, karena sampai usia SMA masih menjadi tanggung jawab orang tua," katanya.

Ia juga menyoroti fenomena orang tua yang justru membela anak saat melanggar aturan sekolah. Sikap ini dinilai dapat menghambat pembentukan karakter anak. “Ada kasus anak melanggar aturan, tapi orang tuanya membela habis-habisan. Dari situ anak tidak belajar tanggung jawab,” ucapnya.

Di sisi lain, penerapan aturan di sekolah juga belum merata. Beberapa sekolah, terutama swasta, sudah memiliki sistem disiplin yang tegas, namun kondisi tersebut belum terjadi di semua wilayah. “Sekolah unggulan mungkin sudah menerapkan aturan ketat, tapi di banyak daerah belum merata,” ujar Irni.

Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sosok guru yang disegani. Menurut Irni, hal ini dipengaruhi oleh kekhawatiran guru dalam memberikan sanksi kepada siswa. “Sekarang sedang krisis guru yang disegani, banyak guru muda tapi takut memberi hukuman karena melihat respons orang tua zaman sekarang,” ucapnya.

Meski demikian, pendekatan personal tetap menjadi kunci dalam pendidikan. Guru perlu membangun kedekatan dengan siswa tanpa menghilangkan wibawa. “Pendekatan personal itu penting, tapi tetap harus ada batasan supaya marwah guru sebagai panutan tetap terjaga,” katanya.

Irni juga menekankan pentingnya menanamkan tanggung jawab pada anak sejak dini. Ia mencontohkan pengalaman pribadi dalam mendidik anaknya. “Kalau anak salah, harus bertanggung jawab. Bahkan ketika anak saya melanggar, saya biarkan menerima hukuman sesuai aturan, supaya dia paham konsekuensinya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....