Pelatihan Pemasaran Event Jadi Kunci Dongkrak Wisata Kalimantan Timur

  • 28 Apr 2026 08:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelatihan pemasaran event dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mengenalkan potensi budaya daerah agar lebih luas dikenal, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional hingga internasional.

Karena itu, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menggelar pelatihan pemasaran dan promosi event pada Senin, 27 April 2026 di salah satu hotel di Samarinda. Kegiatan ini diikuti pelaku event, pokdarwis, hingga perwakilan Dinas Pariwisata dari delapan kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim sekaligus ketua panitia, Dahlia, menyebut Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya yang besar, namun strategi promosinya belum maksimal.

“Pelatihan ini memang kami anggap penting karena kita ini kan banyak budaya ya, tapi kebudayaan kita itu lingkupnya masih terbatas. Dari segi pemasaran masih kurang terus produk-produk yang kita hasilkan juga pemasarannya masih kurang,” ujarnya.

Dahlia menjelaskan, pelatihan ini difokuskan pada bagaimana mengemas event, produk, dan destinasi wisata agar lebih menarik dan memiliki daya jual tinggi. Pihaknya bahkan menghadirkan narasumber dari luar daerah yang terkenal akan kompetensinya di bidang event pariwisata, di antaranya Komite Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bandung sekaligus kurator Karisma Event Nusantara, Galih Sedayu dan Pengurus DPP HIPPI Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Monalisa Eka Shinta.

Ia menilai, event memiliki daya tarik kuat dalam mendorong kunjungan wisatawan. Ia mencontohkan, sejumlah event budaya yang mampu menarik perhatian publik karena sifatnya yang tidak digelar setiap hari.

“Event itu daya tarik yang sangat kuat. Orang pasti penasaran, seperti Lom Plai di Kutai Timur yang menampilkan budaya asli Dayak,” kata Dahlia.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi (kiri); Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim sekaligus ketua panitia, Dahlia (tengah); Komite Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bandung sekaligus kurator Karisma Event Nusantara, Galih Sedayu. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Senada, Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi, menyebut tren pergerakan wisata di Kaltim menunjukkan peningkatan, salah satunya dipicu oleh penyelenggaraan event. Ia menjelaskan, berbagai event seperti EBIFF, Balikpapan Fest, Maratua Jazz, Erau, Festival Mahakam, Lom Plai, hingga Kaltim Fair terbukti berdampak pada lonjakan kunjungan.

"Contohnya dari sisi akomodasi. Dari data yang ada, saat event okupansi hotel bisa naik sampai 20 persen,” ujar Baihaqi.

Tak hanya sektor perhotelan, dampak juga dirasakan pelaku UMKM. Penjualan produk lokal seperti sarung Samarinda meningkat saat event berlangsung, seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Selain itu, lanjut Baihaqi, durasi tinggal wisatawan juga ikut meningkat, sehingga memberi efek ekonomi bagi sektor pendukung lainnya.

Ia pun mendorong pelaku event dan pemerintah daerah untuk lebih inovatif dalam menyusun strategi promosi, termasuk memanfaatkan platform digital.

“Jadilah inovator, jangan hanya menduplikasi strategi. Cari cara baru, termasuk digitalisasi agar event dikenal lebih luas,” ucap Baihaqi, menegaskan.

Terlebih di tengah efisiensi anggaran, diperlukan strategi yang lebih agresif dan adaptif agar event di Kalimantan Timur mampu bersaing dan menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....