Ketergantungan Sapi Luar, Kaltim Perkuat Produksi Lokal
- 27 Apr 2026 09:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seiring kemampuan produksi lokal yang belum optimal memenuhi permintaan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sektor peternakan.
Kepala Bidang Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur, Ihyan Nizam, kepada rri.co.id, Senin, 27 April 2026, mengungkapkan pemenuhan kebutuhan sapi di daerah baru berkisar antara 30 hingga 40 persen dari total permintaan. Artinya, sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar wilayah.
Ia menjelaskan, selama ini pemenuhan kebutuhan daging dilakukan melalui dua skema utama, yakni distribusi daging beku dan pemasukan sapi hidup dari daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur. Dari sisi ekonomi, menurutnya, pemasukan sapi hidup dinilai lebih memberikan dampak berantai bagi perekonomian daerah.
“Sapi hidup yang masuk ke Kaltim akan melalui proses penggemukan terlebih dahulu, sehingga menciptakan aktivitas ekonomi mulai dari penyediaan pakan, tenaga kerja, transportasi, hingga proses pemotongan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dibandingkan daging beku, skema sapi hidup memberikan efek ekonomi yang lebih luas karena melibatkan banyak sektor dalam rantai produksi. “Kalau daging beku, dampaknya lebih terbatas karena hanya distribusi. Sementara sapi hidup menggerakkan ekonomi lokal dari hulu sampai hilir,” katanya.
Sebagai langkah penguatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menginisiasi program Desa Korporasi Peternakan Kaltim (PDKT) sejak 2024 sebagai instrumen peningkatan produksi ternak berbasis masyarakat. Program ini mendorong peternak lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui dukungan fasilitas seperti kandang, gudang pakan, pengolahan limbah, hingga peralatan pendukung.
Melalui PDKT, peternak tidak hanya difokuskan pada penggemukan, tetapi juga didorong untuk meningkatkan produktivitas ternak sehingga mampu berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan daging secara berkelanjutan. Program ini bahkan mulai menunjukkan hasil, di mana sapi hasil penggemukan peternak lokal telah dimanfaatkan untuk kebutuhan kurban masyarakat.
Pemerintah berharap, melalui penguatan produksi lokal dan optimalisasi program berbasis peternak, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat ditekan secara bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....