Balikpapan Jadi Acuan Jayapura dalam Menata Estetika Kota.

  • 22 Apr 2026 19:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Kota Balikpapan kembali memperkuat posisinya sebagai parameter pengelolaan lingkungan nasional. Kali ini, Komisi B DPRD Kota Jayapura melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan pada Rabu 22 April 2026, guna mempelajari strategi pengelolaan sampah yang dinilai berhasil menjaga estetika dan kebersihan kota secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Jayapura mendalami berbagai terobosan yang telah diimplementasikan DLH Balikpapan. Fokus utama pembahasan meliputi manajemen Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), pengaturan jam operasional pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), hingga kebijakan relokasi TPS.

Berbeda dengan daerah lain, Balikpapan secara konsisten menata letak TPS agar tidak berada di pinggir jalan protokol guna menjaga keindahan kota. Sebagai gantinya, lokasi TPS diletakkan lebih dekat dengan kawasan permukiman namun tetap tertata menggunakan kontainer khusus untuk mempermudah mobilisasi pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua Komisi B DPRD Kota Jayapura, Yulia Rahman, mengungkapkan paparan tersebut akan menjadi acuan utama dalam mereformasi sistem persampahan di Jayapura. Selain teknis lapangan, persoalan efisiensi retribusi juga menjadi sorotan.

"Kami mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat, mulai dari manajemen sampah hingga struktur retribusi. Di Balikpapan retribusi berkisar Rp35 ribu, sedangkan di tempat kami mencapai Rp50 ribu. Ini akan kami evaluasi," ujar Yulia.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kota Jayapura, Ferdinand Hanuebi, menyatakan komitmennya untuk menerapkan pola "ATM" (Amati, Tiru, dan Modifikasi) sekembalinya ke Jayapura. Ia menegaskan, sistem yang ada di Balikpapan akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan kemampuan pemerintah daerah Jayapura.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman, menyambut positif kolaborasi antar-daerah ini. Menurutnya, kunjungan ini menjadi ruang pertukaran informasi yang produktif bagi kedua belah pihak.

"Tentu ini bagian yang sangat baik. Kita pada dasarnya saling belajar. Apa yang belum ada di Balikpapan bisa kami tiru dari daerah lain, begitu pula sebaliknya. Hal-hal baik yang sudah berjalan di sini bisa dijadikan bahan berbagi untuk kemajuan bersama," ucap Sudirman.

Tak hanya fokus pada aspek teknis dan infrastruktur, Sudirman memaparkan bahwa kunci keberhasilan Balikpapan juga terletak pada edukasi sejak dini. Melalui mata pelajaran Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) di sekolah, siswa diajarkan untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai gaya hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....