Maknai Hari Kartini, TRC PPA Bantu Lansia Samarinda
- 20 Apr 2026 15:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Momentum peringatan Hari Kartini dimaknai berbeda oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur. Organisasi ini memilih turun langsung membantu lansia dan keluarga rentan sebagai wujud nyata kepedulian sosial.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan kegiatan yang akan digelar pada 21 April 2026 difokuskan pada pemberian bantuan sembako serta dukungan moral bagi kelompok masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Hal itu disampaikannya kepada rri.co.id, Senin 20 April 2026.
Menurutnya, sejumlah lansia di Samarinda masih hidup seorang diri tanpa dukungan keluarga. Bahkan, terdapat kasus lansia yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hingga sempat mengalami kelaparan.
“Biasanya tanggal 21 April kita mendatangi ibu-ibu lansia untuk diberikan bantuan sembako dan spirit moral. Ada juga lansia yang hidup sendiri tanpa keluarga, bahkan pernah kelaparan,” ujarnya.
Tidak hanya lansia, TRC PPA juga menemukan kondisi keluarga rentan yang memprihatinkan. Di antaranya terdapat anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, dengan kondisi tempat tinggal yang jauh dari kata layak.
Rina menyebut, terdapat anak berusia 9 dan 13 tahun yang belum pernah bersekolah, tinggal di rumah berlantai tanah, berdindingkan bahan seadanya, serta tanpa akses air bersih dan layanan kesehatan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata bahwa persoalan sosial masih membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat.
Sebagai langkah awal, TRC PPA menyiapkan sedikitnya 10 paket bantuan yang akan disalurkan kepada para lansia dan keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menghadirkan perhatian di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Lebih jauh, Rina menegaskan bahwa semangat Kartini di masa kini tidak hanya dimaknai sebagai simbol perjuangan perempuan di masa lalu. Nilai tersebut, kata dia, tercermin dari kepedulian perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sosial dan kemanusiaan.
Ia juga mengungkapkan, banyak anggota TRC PPA merupakan para penyintas kekerasan yang kini bangkit dan berperan aktif membantu sesama. Mereka menjadi bagian dari gerakan solidaritas yang lahir dari pengalaman hidup yang tidak mudah.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk bangkit sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, TRC PPA berharap peringatan Hari Kartini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial, langkah kecil seperti berbagi dan peduli dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga nilai kemanusiaan, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan Kartini di masa kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....