Ketua IPI Samarinda Ungkap Ketimpangan Gender di Sektor Literasi dan Kerja
- 26 Apr 2026 14:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Diskusi Publik Hari Kartini 2026 di Samarinda juga menghadirkan perspektif literasi dan ketenagakerjaan perempuan. Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Samarinda, Inui Nurhikmah, memaparkan data terkait kondisi global dan nasional.
Inui menjelaskan dalam sejarah, perempuan penulis pernah mengalami diskriminasi. Bahkan, beberapa penulis perempuan harus menggunakan nama samaran agar karyanya diterima.
“Dulu penulis perempuan tidak dianggap mumpuni, sehingga harus memakai nama samaran agar diterima masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks global, ia menyebut partisipasi perempuan dalam dunia kerja masih lebih rendah dibanding laki-laki. Data menunjukkan perempuan hanya sekitar 47 persen, sementara laki-laki mencapai 72 persen.
Ketimpangan juga terlihat pada sektor kepemimpinan dan teknologi. Perempuan masih mendominasi sektor pendidikan dan kesehatan, namun minim di bidang strategis lainnya.
Meski demikian, kondisi di Indonesia menunjukkan potensi besar bagi perempuan. Ia menyebut minat baca perempuan justru lebih tinggi dibanding laki-laki.
“Sebanyak 68 persen pembaca buku di Indonesia adalah perempuan. Ini menunjukkan potensi besar dalam dunia literasi,” ujar Inui di Aula Perpustakaan Kota Samarinda, pada Sabtu 24 April 2026.
Inui juga menambahkan perempuan memiliki peluang besar dalam ekosistem perbukuan, mulai dari penulis hingga promotor digital. Perkembangan media sosial turut membuka ruang baru bagi perempuan untuk berkarya.
Beragam perspektif yang disampaikan narasumber sekaligus menggambarkan isu perempuan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan pola pikir, budaya, dan kebijakan yang berkembang di masyarakat. Diskusi publik seperti ini pun menjadi salah satu cermin bagaimana isu gender terus bergulir dan diperdebatkan di ruang publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....