Atasi Kemarau 2026, Rahmad Mas'ud Kantongi Izin Keruk Waduk Manggar
- 16 Apr 2026 11:18 WIB
- Samarinda
RRI CO.ID,Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas'ud, terus memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Langkah ini diambil sebagai upaya intensif memitigasi dampak musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi pada 2026, sekaligus memperkuat infrastruktur air baku di Kota Minyak.
Dalam pertemuan terbaru dengan BWS Kalimantan IV, tercapai sejumlah solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan air baku. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menyampaikan bahwa salah satu poin krusial yang disetujui adalah izin pengerukan Waduk Manggar.
"Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan BWS kemarin menghasilkan beberapa solusi. Salah satu yang terpenting, setelah beberapa tahun lalu belum diizinkan, sekarang pengerukan DAS (Daerah Aliran Sungai) Manggar akhirnya diizinkan," ujar Rahmad Mas'ud, Kamis 16 April 2026.
Langkah pengerukan ini dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan harus membebaskan lahan baru. Rencananya, pengerukan akan dilakukan seluas kurang lebih 20 hektar dengan kedalaman sekitar 2 meter.
"Kalau kita keruk, itu menambah daya tampung air baku secara signifikan. Ini solusi konkret. Kita akan atur polanya, apakah melalui APBD Perubahan atau murni, dan apakah dikerjakan BWS atau melalui mekanisme lain. Yang jelas, izin sudah keluar," ungkapnya.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air baku secara substansial. "Penambahannya lumayan, bisa mencapai 100-200 liter per detik jika terealisasi. Pengerukan ini akan segera dikejar, prinsipnya lebih cepat lebih baik, diupayakan tahun ini," kata Rahmad.
Selain optimalisasi Waduk Manggar, Pemkot Balikpapan juga tengah melakukan pengerjaan infrastruktur penunjang di area belakang Pasar Segar dan Sungai Ampal untuk memaksimalkan tangkapan air.
Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi isu kemarau ekstrem, namun tetap waspada dengan melakukan penghematan air.
"Kami imbau warga mempersiapkan tampungan air di rumah masing-masing, misalnya menyediakan tandon. Gunakan air sehemat mungkin. Dengan upaya pengerukan waduk dan optimalisasi tampungan, insya Allah ketahanan air kita terjaga," ucap Rahmad mengakhiri perbincangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....