Geopolitik dan Impor Disebut Picu Lonjakan Harga Plastik di Samarinda
- 15 Apr 2026 08:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini dinilai tidak lepas dari dampak geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok dan harga bahan baku berbasis minyak bumi.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Zainal Abidin, menyebut kondisi tersebut berdampak langsung hingga ke daerah, termasuk Kalimantan Timur.
“Kalau Indonesia terdampak, Kaltim pasti ikut terdampak. Apalagi bahan plastik ini berasal dari petrokimia yang berbasis minyak,” ujarnya,dikutip pada Rabu, 15 April 2026.
Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik turut mendorong naiknya harga berbagai produk turunan, termasuk plastik. Hal ini kemudian berpengaruh pada rantai distribusi hingga ke pelaku usaha kecil.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar. “Permintaan tinggi, tapi penawarannya rendah. Otomatis harga akan naik,” kata Zainal.
Selain itu, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku juga menjadi faktor yang membuat harga sulit dikendalikan. Sekitar 30 persen kebutuhan masih bergantung pada pasokan luar negeri.
Menurut Zainal, situasi ini membuat pelaku usaha, khususnya UMKM, harus melakukan penyesuaian, termasuk efisiensi dalam operasional. Dampak paling terasa terjadi pada sektor usaha kecil yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“UMKM ini yang paling terdampak karena mereka langsung berhadapan dengan konsumen,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai sulit memprediksi kapan kondisi harga akan kembali stabil karena sangat bergantung pada situasi global.
“Kita masih tergantung pada kondisi negara-negara besar. Selama itu belum stabil, dampaknya akan terus terasa,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....