Cuaca Ekstrem Berlanjut, BPBD Kaltim Waspadai Pohon Tumbang

  • 14 Apr 2026 07:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah, termasuk pohon tumbang akibat hujan yang disertai angin kencang, seiring perpanjangan musim hujan hingga April 2026.

Kepala BPBD Kalimantan Timur, Buyung Budi Purnomo, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih dipengaruhi curah hujan yang terjadi merata di sejumlah wilayah, dengan beberapa daerah mengalami peningkatan intensitas.

“Sampai saat ini informasi dari BMKG ada perpanjangan musim hujan sampai April. Memang ada beberapa wilayah dengan intensitas agak tinggi, seperti di Paser dan sebagian Kutai Kartanegara,” katanya kepada rri.co.id, di Komplek perkantoran Gubernur, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, hujan yang turun kerap disertai angin kencang sehingga meningkatkan risiko pohon tumbang, terutama pada pohon yang sudah tua atau rapuh di kawasan permukiman dan jalan protokol.

BPBD mencatat, dampak hujan juga memicu banjir di wilayah Paser dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter. Namun secara umum, curah hujan di Kaltim masih berada pada kategori sedang hingga rendah.

“Kalau pohon tumbang, itu memang terkait kondisi cuaca. Perlu kerja sama dengan dinas lingkungan hidup untuk memastikan pohon yang sudah mati atau rawan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan teknis seperti pemangkasan dan penebangan pohon berada di bawah kewenangan dinas lingkungan hidup dan pertamanan di tingkat kabupaten dan kota. Sementara BPBD berfokus pada pemantauan dan penyebaran informasi kebencanaan.

Melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), BPBD Kaltim secara rutin memberikan informasi cuaca harian kepada pemerintah daerah sebagai dasar langkah antisipasi.

“Kami setiap hari memberikan informasi kondisi cuaca. Harapannya bisa dimanfaatkan oleh kabupaten dan kota untuk mengantisipasi potensi bencana,” ucapnya.

Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan signifikan terkait tanah longsor. Namun, kejadian pohon tumbang mulai dilaporkan di beberapa titik, termasuk di wilayah Samarinda.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar serta segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya.

“Kesadaran bersama sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....