UPTD KPHP Telake Ingatkan Kemarau Panjang Berpotensi Karhutla
- 13 Apr 2026 11:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser — Provinsi Kalimantan Timur diprediksi menghadapi musim kemarau panjang sepanjang April hingga Oktober 2026, seiring indikasi fenomena El Nino ekstrem yang kerap disebut “Godzilla El Nino”.
Gejala awal mulai terlihat dari meningkatnya suhu udara dan menurunnya intensitas hujan di sejumlah wilayah. Kondisi ini memperkuat potensi kekeringan berkepanjangan yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (UPTD KPHP) Telake, Shahar Al Haqq, mengatakan siklus kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya, yakni sekitar tujuh bulan.
“Tahun 2026 ini, kita menghadapi El Nino yang cukup panjang, dari bulan April sampai dengan Oktober,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko karhutla secara signifikan, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan masyarakat akibat berkurangnya ketersediaan air serta menurunnya produktivitas lahan.
Namun demikian, tidak semua wilayah mengalami dampak yang sama. Sejumlah desa di Kecamatan Muara Komam seperti Desa Prayon, Muara Payang, dan Long Sayo yang berada di kawasan kaki Gunung Lumut dinilai relatif lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Hal ini dipengaruhi oleh tutupan hutan yang masih baik sehingga mampu menjaga keseimbangan iklim mikro di wilayah tersebut.
“Karena hutannya cukup bagus, wilayah-wilayah ini tidak mengenal musim. Walaupun kemarau, hujan masih tetap terjadi,” katanya.
Meski memiliki risiko lebih kecil dibandingkan wilayah lain, potensi karhutla tetap ada. Karena itu, Shahar menekankan pentingnya langkah antisipasi melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar kawasan hutan.
Ia menegaskan, peran masyarakat menjadi kunci utama sebagai garda terdepan dalam pencegahan karhutla, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....