Inflasi Berau Maret 2026 Stabil, Terendah di Kalimantan Timur
- 03 Apr 2026 07:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau – Inflasi tahunan Kabupaten Berau pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,95. Capaian ini menjadikan Berau sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, inflasi secara bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,76 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) berada di angka 0,60 persen, mencerminkan tekanan harga yang masih dalam batas terkendali sejak awal tahun.
Secara tahunan, kenaikan inflasi dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran utama. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,14 persen, disusul penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,40 persen. Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat lonjakan tertinggi hingga 14,14 persen.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 2,36 persen. Kenaikan turut terjadi pada sektor kesehatan sebesar 2,48 persen serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,54 persen, yang ikut memberi kontribusi terhadap inflasi secara keseluruhan.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan atau deflasi. Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi sebesar 1,51 persen, diikuti perlengkapan rumah tangga sebesar 1,34 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,67 persen. Kondisi ini turut menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.
Sejumlah komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi di antaranya emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, rokok, berbagai jenis ikan, nasi dengan lauk, beras, hingga bawang merah. Komoditas tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang sensitif terhadap perubahan harga.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai capaian inflasi yang menjadi terendah di Kalimantan Timur merupakan indikator bahwa upaya pengendalian harga di daerah berjalan efektif.
“Ini menjadi indikator bahwa pengendalian inflasi di Berau berjalan efektif. Namun demikian, kami tetap waspada terutama terhadap komoditas pangan yang sangat mempengaruhi daya beli masyarakat,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Berau bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan terus memperkuat langkah strategis. Upaya tersebut meliputi menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, hingga pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan.
“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak agar stabilitas harga tetap terjaga, sehingga inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat,” katanya.
Secara keseluruhan, perkembangan harga di Kabupaten Berau pada Maret 2026 menunjukkan tren kenaikan yang masih dalam batas wajar. Tekanan inflasi terbesar tetap berasal dari kelompok konsumsi masyarakat sehari-hari serta komoditas bernilai tinggi seperti emas, sehingga pengawasan dan intervensi kebijakan tetap diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....