Pemkot Samarinda Perkuat Produksi Tenun, Dorong Pasar dan Jaga Nilai Tradisi
- 01 Apr 2026 14:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mendorong penguatan kapasitas produksi tenun sebagai langkah strategis untuk menjawab meningkatnya permintaan pasar, sekaligus menjaga nilai tradisional yang menjadi identitas khas tenun Samarinda.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi pengrajin saat ini adalah keterbatasan produksi, terutama ketika permintaan dalam skala besar meningkat.
“Kalau produksi manual, satu kain bisa membutuhkan waktu satu hingga dua hari. Sementara dengan mesin, produksi bisa mencapai ratusan hingga seribu lembar per hari. Ini menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar,” ujarnya usai peluncuran program Sinergi Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Kampung Tenun Samarinda, Selasa 31 Maret 2026 di Samarinda.
Ia menjelaskan, dukungan peralatan seperti mesin tenun menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan peningkatan kapasitas produksi, pelaku usaha diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.
Meski demikian, Marnabas menegaskan bahwa penggunaan teknologi tidak akan menghilangkan nilai tradisional tenun Samarinda. Menurutnya, produk handmade tetap memiliki nilai ekonomi tinggi dan akan tetap diminati oleh segmen pasar tertentu.
“Pasar itu beragam. Ada yang mencari produk premium, ada juga yang membutuhkan produk dengan harga lebih terjangkau. Karena itu, pilihan harus tersedia,” katanya.
Saat ini, harga tenun Samarinda bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah untuk produksi massal hingga jutaan rupiah untuk produk tradisional berkualitas tinggi. Kondisi ini menunjukkan peluang pasar yang luas bagi pelaku usaha, baik di segmen menengah maupun premium.
Selain penguatan produksi, Pemerintah Kota Samarinda juga menyiapkan strategi pengembangan kawasan Kampung Tenun sebagai pusat ekonomi kreatif. Penataan kawasan dengan ciri khas motif tenun diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Upaya ini juga didukung melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Bank Indonesia dan pelaku usaha, dalam hal pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan pasar.
Melalui langkah tersebut, Kampung Tenun Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....