Kontribusi Tambang di Kaltim Menurun, Sektor Industri dan Jasa Mulai Tumbuh

  • 01 Apr 2026 12:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai proses transformasi ekonomi menuju energi terbarukan mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan berkurangnya ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, usai Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa, 31 Maret 2026.

“Memang sektor tambang menurun, tetapi sektor lain seperti industri pengolahan, konstruksi, serta makanan dan minuman justru tumbuh,” kata Sri Wahyuni.

Ia menjelaskan, dalam enam tahun terakhir kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah mengalami penurunan cukup signifikan. Jika sebelumnya sekitar 45 persen, kini turun menjadi sekitar 34 persen.

Penurunan kontribusi tersebut diikuti pertumbuhan sektor lain yang mulai menguat. Beberapa di antaranya adalah industri pengolahan, sektor konstruksi, usaha makanan dan minuman, serta berbagai sektor jasa.

Menurut Sri Wahyuni, perubahan komposisi tersebut menunjukkan arah transformasi ekonomi mulai berjalan. “Pengurangan di sektor tambang itu berpindah ke sektor lain seperti industri pengolahan, konstruksi, dan sektor jasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi daerah juga dilakukan melalui program hilirisasi dan berbagai program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam proses transformasi ekonomi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....