Pemudik Tinggalkan Jalur Air, Penumpang Kapal di Kukar Turun 25 Persen
- 25 Mar 2026 08:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Minat masyarakat menggunakan transportasi air saat arus mudik Idulfitri 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penurunan cukup signifikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar mencatat jumlah penumpang jalur perairan turun sekitar 25 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat, mengungkapkan kondisi ini tidak lepas dari dampak psikologis pasca serangkaian kecelakaan kapal yang terjadi pada awal 2026, seperti di wilayah Sebulu dan Muara Muntai.
“Setelah beberapa kejadian laka air, masyarakat cenderung memilih jalur darat karena dianggap lebih aman,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026. Selain faktor keselamatan, gangguan operasional juga turut memengaruhi penurunan jumlah penumpang. Keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) disebut membuat jadwal keberangkatan kapal tidak menentu, sehingga masyarakat beralih ke moda transportasi lain.
“Diduga ada keterlambatan ketersediaan BBM, sehingga keberangkatan kapal tidak stabil dan masyarakat memilih alternatif lain,” katanya.
Dishub Kukar pun mengingatkan para operator transportasi air agar lebih mengutamakan keselamatan pelayaran. Pemeriksaan kondisi kapal, kepatuhan terhadap kapasitas muatan, serta kesiapan Anak Buah Kapal (ABK) menjadi hal yang wajib diperhatikan sebelum berlayar.
Namun, Rakhmadani menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menahan atau menunda keberangkatan kapal meski ditemukan kelebihan muatan. Kewenangan tersebut berada di bawah Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda. “Untuk penindakan seperti overload, itu menjadi kewenangan KSOP Samarinda,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....