Akses Pendidikan Menengah di Pelosok Kaltim Dinilai Masih Terbatas
- 15 Mar 2026 16:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Akses pendidikan menengah di sejumlah wilayah pelosok Kalimantan Timur dinilai masih menghadapi berbagai kendala. Hingga kini, masih terdapat desa yang belum memiliki fasilitas sekolah menengah atas (SMA), sehingga menyulitkan sebagian siswa untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Anggota MPR RI sekaligus anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, mengatakan kondisi tersebut ia temui saat melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Kalimantan Timur dalam beberapa minggu terakhir. Menurutnya, keterbatasan fasilitas pendidikan di tingkat menengah menjadi persoalan yang masih dirasakan masyarakat desa.
Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah masih terdapat desa yang belum memiliki sekolah menengah atas. Akibatnya, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan harus keluar dari desa dan menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju kecamatan atau kota terdekat.
“Masih ada desa yang belum memiliki SMA. Akibatnya, anak-anak harus keluar dari desanya untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya di Samarinda, Minggu 15 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga di daerah, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Biaya transportasi, tempat tinggal, hingga kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan di luar desa seringkali menjadi beban tambahan bagi orang tua siswa.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pemerataan akses pendidikan di wilayah pelosok. Pembangunan sarana pendidikan dinilai menjadi langkah penting agar anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Selain pembangunan fasilitas sekolah, ia juga menilai dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk membantu siswa di daerah terpencil agar tetap dapat mengenyam pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa dapat berperan dalam mendukung pendidikan masyarakat, misalnya dengan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang ingin melanjutkan sekolah hingga jenjang SMA maupun perguruan tinggi.
Ia menilai keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pendidikan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah dalam jangka panjang.
“Pendidikan memang dampaknya tidak langsung terlihat, tetapi itu investasi penting untuk masa depan daerah,” katanya.
Ia berharap dengan meningkatnya akses pendidikan di wilayah pelosok, generasi muda di Kalimantan Timur memiliki peluang yang lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....