Pembangunan Kaltim Diminta Fokus pada Kesejahteraan dan Pendidikan Warga

  • 15 Mar 2026 05:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, menegaskan bahwa marwah atau kehormatan suatu daerah tidak diukur dari penampilan semata. Menurutnya, ukuran utama kemajuan daerah adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan buka puasa bersama media di Samarinda, Jumat 13 Maret 2026 di Samarinda. Ia menilai pembangunan di Kalimantan Timur harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat, terutama peningkatan kualitas pendidikan serta pembangunan infrastruktur dasar.

“Marwah Kaltim bukan soal penampilan, tetapi bagaimana daerah ini mampu mensejahterakan masyarakatnya serta memberikan pendidikan terbaik,” ujarnya.

Aji Mirni menjelaskan, ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan jaringan listrik masih menjadi kebutuhan penting agar konektivitas antarwilayah dapat berjalan lebih baik. Menurutnya, infrastruktur menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Ia menambahkan, pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat juga harus didukung dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memprioritaskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.

Selain itu, perencanaan pembangunan juga harus memperhatikan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian, penggunaan anggaran dapat berjalan lebih efektif serta tidak tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

Di sisi lain, Aji Mirni turut menyoroti pentingnya penguatan sektor pendidikan, khususnya terkait kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah. Ia menilai regenerasi guru menjadi perhatian penting karena banyak tenaga pendidik aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga pengajar di sejumlah sekolah semakin meningkat sehingga perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.

“Pendidikan adalah sektor yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran tenaga honorer yang selama ini membantu mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, ia berharap kebijakan terkait tenaga pendidik dapat terus diperkuat agar sekolah memiliki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas.

Aji Mirni menambahkan bahwa peningkatan budaya kerja di lingkungan pemerintahan juga perlu terus didorong. Hal ini penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak bisa bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....