Banjir Hambat Program Cetak Sawah di Kalimantan Timur

  • 09 Mar 2026 10:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Program cetak sawah di Kalimantan Timur yang mulai dijalankan pada 2025 masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah kondisi lahan yang rawan banjir sehingga tidak memenuhi ketentuan petunjuk teknis program.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengatakan dari usulan awal sekitar 1.890 hektare lahan cetak sawah, tidak seluruhnya dapat dilanjutkan karena sebagian lokasi tidak layak secara teknis.

Ia menjelaskan, beberapa lahan yang diusulkan berada di wilayah yang mengalami banjir cukup lama dengan kedalaman genangan yang tinggi. Kondisi tersebut membuat lahan tidak memenuhi persyaratan untuk pengembangan sawah baru.

“Sebagian tidak bisa dicetak sawah karena berada pada lokasi yang ternyata banjirnya lebih dari satu bulan dan kedalaman banjirnya bisa mencapai satu sampai dua meter,” ujarnya kepada rri.co.id, Senin 9 Maret 2026.

Menurut Fahmi, dalam petunjuk teknis program cetak sawah telah diatur batas maksimal genangan air yang diperbolehkan di lokasi pengembangan. Aturan ini menjadi acuan untuk memastikan keberhasilan budidaya padi setelah lahan selesai dibangun.

Ia menjelaskan, dalam ketentuan tersebut genangan air tidak boleh berlangsung lebih dari 14 hari. Selain itu, kedalaman genangan juga dibatasi maksimal sekitar 75 sentimeter agar lahan tetap memungkinkan untuk ditanami padi.

Jika kondisi genangan melebihi batas tersebut, maka lahan dinilai berisiko tinggi mengalami kegagalan produksi. Karena itu, pemerintah harus melakukan seleksi ketat terhadap lokasi yang diusulkan agar program cetak sawah dapat berjalan efektif.

Fahmi menambahkan, hingga saat ini program cetak sawah masih terus berjalan dengan target capaian sekitar 1.320 hektare jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan hingga batas waktu nasional pada 31 Maret 2026. Pemerintah daerah bersama tim pelaksana di lapangan terus mempercepat pekerjaan agar capaian program tetap bisa mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....