Penyangga IKN, Samarinda Fokus Benahi Banjir dan Tingkatkan Daya Saing SDM
- 11 Jun 2026 21:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menghadirkan peluang ekonomi bagi daerah penyangga, tetapi juga membawa tantangan baru yang harus diantisipasi sejak dini. Salah satunya adalah potensi meningkatnya arus urbanisasi ke Kota Samarinda seiring berkembangnya pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan kesiapan Samarinda sebagai bagian dari kawasan Tri City tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan berbagai persoalan perkotaan dapat ditangani agar pertumbuhan kota tetap terkendali.
“Perkembangan IKN tentu akan berdampak pada daerah penyangga, termasuk Samarinda. Karena itu berbagai tantangan perkotaan harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Marnabas, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian utama adalah banjir. Pemerintah Kota Samarinda saat ini terus mempercepat berbagai program pengendalian banjir untuk mengurangi titik-titik rawan genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian kota.
“Pengendalian banjir menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan daya dukung kota sebagai penyangga IKN,” katanya.
Selain pengendalian banjir, Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan penataan kawasan Tepian Mahakam hingga Jembatan Mahakam I. Penataan tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga mendukung konektivitas kawasan sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir.
Di sisi lain, Marnabas mengingatkan bahwa meningkatnya urbanisasi dapat memunculkan tantangan baru apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal. Arus masuk penduduk diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan IKN.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda penting yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Masyarakat lokal diharapkan memiliki keterampilan dan daya saing yang memadai agar mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari pembangunan IKN.
“Jangan sampai peluang ekonomi yang muncul justru lebih banyak dinikmati oleh tenaga kerja dari luar daerah. SDM lokal harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Marnabas menjelaskan konsep Tri City yang dikembangkan bersama Bappenas dan Japan International Cooperation Agency (JICA) tidak hanya berbicara mengenai konektivitas wilayah, tetapi juga kesiapan kota-kota penyangga dalam menghadapi berbagai dampak pembangunan IKN.
Melalui penguatan infrastruktur, pengendalian banjir, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, Samarinda diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu kota penyangga utama yang menopang pertumbuhan kawasan Ibu Kota Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....