Pemprov Kaltim Salurkan Insentif 26.975 Guru, Terbanyak Balikpapan
- 01 Mar 2026 18:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyalurkan insentif kepada 26.975 guru dan ustaz/ustazah pada 2026. Program ini menyasar guru TK, SD, MI, SMP, MTs, serta tenaga pendidik pondok pesantren di seluruh kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Gubernur Rudy Mas'ud menyampaikan, kebijakan tersebut tetap dilaksanakan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 menghadapi keterbatasan. Menurutnya, perhatian terhadap guru merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Kalimantan Timur.
“Walaupun anggaran belum sesuai harapan, pemerintah tidak boleh berhenti memperhatikan kesejahteraan rakyat, khususnya para pendidik. Kami ingin guru merasa tenang dan fokus dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya
dikutip Minggu, 1 Maret 2026 melalui laman resmi Pemprov Kaltim.
Program yang telah berjalan sejak 2025 ini dilanjutkan pada 2026 dengan mekanisme verifikasi ketat. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta memastikan calon penerima merupakan guru aktif, sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran dan akuntabel.
Selain guru dan pengajar pondok pesantren, Pemprov Kaltim juga melanjutkan insentif bagi 5.710 penjaga rumah ibadah. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peran sosial dan keagamaan dalam memperkuat kehidupan masyarakat.
Besaran insentif ditetapkan Rp500 ribu per orang per bulan dan diberikan selama enam bulan. Pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga setiap penerima memperoleh Rp1,5 juta per tahap atau total Rp3 juta selama periode penyaluran.
Adapun sebaran penerima insentif 2026 meliputi Samarinda 4.454 orang, Balikpapan 5.734 orang, Bontang 2.198 orang, Kutai Kartanegara 5.255 orang, Kutai Timur 2.928 orang, Berau 1.541 orang, Paser 1.994 orang, Kutai Barat 568 orang, Penajam Paser Utara 1.884 orang, dan Mahakam Ulu 419 orang.
Salah seorang penerima, Arbayah, Kepala MI Al-Muna Samarinda, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut dan berharap program terus berlanjut demi peningkatan kesejahteraan guru dan mutu pendidikan di Bumi Etam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....