Sekda Kukar Instruksikan Siaga Penuh Hadapi Ancaman Banjir dan Cuaca Ekstrem
- 27 Feb 2026 22:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kukar - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan langkah siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Instruksi kewaspadaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa.
Peringatan ini merujuk pada surat resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 300.2.3/17/BPBD-II/2026 tertanggal 29 Januari 2026 tentang Peringatan Dini Potensi Ancaman Bencana Hidrometeorologi.
Sunggono menjelaskan, berdasarkan informasi dari BPBD Kaltim, wilayah Kukar berpotensi mengalami peningkatan curah hujan disertai angin kencang dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dapat memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
“Kita tidak boleh lengah. Seluruh jajaran di kecamatan dan desa harus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor,” ujar Sunggono pada Jum'at, 27 Februari 2026.
Ia meminta pemerintah wilayah melakukan pemantauan rutin terhadap daerah aliran sungai (DAS), kawasan perbukitan, serta permukiman padat penduduk. Koordinasi dengan relawan dan unsur terkait juga harus diperkuat guna mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat.
Menurutnya, penyebarluasan informasi peringatan dini kepada masyarakat menjadi langkah penting agar warga dapat melakukan antisipasi secara mandiri.
“Segera informasikan kepada masyarakat melalui seluruh sarana komunikasi yang tersedia. Jangan sampai warga tidak mengetahui potensi ancaman di sekitarnya,” ujarnya.
Selain itu, setiap wilayah diminta menyiagakan personel, peralatan, serta sarana prasarana penanggulangan bencana. Jika terjadi insiden, laporan harus disampaikan secara cepat dan berjenjang agar penanganan dapat segera dilakukan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara, Setianto Nugroho Aji, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti peringatan tersebut dengan memperkuat kesiapsiagaan internal.
“BPBD Kukar telah meningkatkan koordinasi dan kesiapan personel. Kami juga mengimbau seluruh wilayah agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” katanya.
Ia menambahkan, langkah antisipatif yang perlu dilakukan meliputi pemantauan rutin kawasan rawan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapan sumber daya kebencanaan.
“Apabila terjadi kondisi darurat, segera laporkan secara cepat dan berjenjang agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Melalui peningkatan kewaspadaan ini, Pemkab Kukar berharap dampak kerugian materil maupun korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi dapat ditekan seminimal mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....