Tiga Kampung Budidaya KKP di Kaltim, Berkembang Signifikan

  • 24 Feb 2026 11:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sektor budidaya perikanan di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan melalui penetapan tiga Kampung Perikanan Budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penetapan tersebut tertuang dalam Kepmen KP Nomor 111 Tahun 2023, yang menetapkan tiga lokasi strategis di daerah ini sebagai sentra komoditas unggulan.

Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irma Listyawati, menjelaskan bahwa masing-masing kampung budidaya memiliki komoditas spesifik sesuai potensi wilayahnya.

“Provinsi Kalimantan Timur memiliki tiga lokasi Kampung Perikanan Budidaya yang ditetapkan melalui Kepmen KP Nomor 111 Tahun 2023. Yang pertama berada di Kabupaten Berau dengan komoditas ikan kerapu,” ujarnya kepada RRI, Selasa 24 Februari 2026.

Ia merinci, lokasi kedua berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan komoditas ikan nila, tepatnya di Kecamatan Loa Kulu. Sementara lokasi ketiga berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, tepatnya di wilayah Sebakung, dengan komoditas ikan patin.

Menurut Irma, penetapan kampung budidaya tersebut tidak hanya sebatas penamaan, tetapi juga diikuti program penguatan produksi, termasuk bantuan benih dan pendampingan teknis kepada pelaku usaha.

“Pengembangan ini salah satunya melalui bantuan benih kepada pelaku usaha, termasuk di wilayah Maratua untuk komoditas kerapu. Harapannya tentu akan meningkatkan volume produksi sekaligus mendukung ekspor,” katanya.

Komoditas kerapu dari Berau dinilai memiliki potensi pasar luar negeri yang cukup besar karena termasuk kategori ikan bernilai ekonomi tinggi. Sementara nila dan patin diproyeksikan memenuhi kebutuhan konsumsi domestik sekaligus memperkuat pasokan industri pengolahan.

Irma menambahkan bahwa target ekspor menjadi salah satu orientasi pengembangan budidaya di Kalimantan Timur. Dengan dukungan regulasi dan pembinaan berkelanjutan, produksi dari kampung budidaya diharapkan mampu memenuhi standar pasar internasional.

“Target kita untuk ekspor cukup baik. Dengan dukungan benih unggul dan pengelolaan yang optimal, kita optimistis produksi akan terus meningkat,” ujarnya.

Model Kampung Perikanan Budidaya ini juga diarahkan untuk menciptakan sentra ekonomi baru berbasis komoditas unggulan daerah. Selain meningkatkan produksi, program tersebut diharapkan mampu memperkuat kelembagaan kelompok pembudidaya dan membuka peluang usaha turunan di sekitar kawasan sentra.

Melalui penguatan tiga lokasi tersebut, Kalimantan Timur diproyeksikan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil komoditas budidaya strategis, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....