Penguatan Data Disabilitas Kukar Berbasis Digital

  • 19 Feb 2026 11:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda, menghadirkan dialog inspiratif tentang pemenuhan hak dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Mengangkat tema “Penguatan Berbasis Data Penyandang Disabilitas di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)”, dialog ini menghadirkan beberapa narasumber terkait, seperti dikutip Kamis 19 Februari 2026.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kutai Kartanegara, Sunarko, menjelaskan sebelum hadirnya program pendataan digital “Berdikari”, proses pendataan penyandang disabilitas di Kukar masih menghadapi berbagai kendala. “Data ini adalah hal yang sangat mendasar dan krusial untuk sebuah kebijakan. Namun, data juga menjadi persoalan krusial di banyak daerah,” ucap Sunarko.

Ia menuturkan, sebelumnya Dinas Sosial hanya mengandalkan data dari aplikasi serta usulan masyarakat dan pemerintah desa atau kelurahan. “Ketika variabel data tidak bisa diakses secara utuh, kami hanya mengandalkan usulan. Ini berpotensi menimbulkan bias karena ada penyandang disabilitas yang tidak terlaporkan,” kata dia.

Menurut Sunarko, kondisi tersebut membuat sejumlah penyandang disabilitas yang memiliki potensi justru belum tersentuh program pemberdayaan. “Kami melihat mereka memiliki potensi luar biasa. Namun, kami kesulitan menyentuhnya karena tidak tersedia informasi yang memadai,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berangkat dari diskusi santai antara Dinas Sosial dan PPDI Kukar, lahirlah inisiatif kolaborasi berbasis sistem digital yang dinamakan Berdikari. Program ini tidak hanya mencatat jumlah penyandang disabilitas, tetapi juga memetakan minat, bakat, kebutuhan pelatihan, peluang kerja, hingga alat bantu yang diperlukan.

“Ini amanat dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bahwa layanan dasar Dinas Sosial salah satunya adalah pelayanan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, juga sejalan dengan amanat pembangunan nasional untuk melibatkan disabilitas secara lebih luas,” ucap Sunarko.

Ia menegaskan, selama ini laporan yang diterima lebih banyak terkait bantuan kebutuhan dasar yang bersifat konsumtif. “Kami ingin mulai menggeser pendekatan. Bukan hanya bantuan, tetapi bagaimana potensi teman-teman disabilitas ini bisa dikembangkan,” kata Sunarko.

Dengan pendekatan berbasis data yang akurat dan terintegrasi, program Berdikari diharapkan mampu menjadi fondasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Dengan demikian, penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan yang menciptakan peluang kerja, setidaknya untuk diri mereka sendiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....