Pemprov Kaltim Dukung Kiprah Desa Berprestasi

  • 18 Feb 2026 15:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung desa menghadapi tantangan pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Salah satu pendekatan yang digencarkan adalah konsep One Village, One Product (OVOP) atau satu desa satu produk unggulan.

Program ini dirancang untuk mendorong setiap desa memiliki identitas ekonomi yang khas dan berdaya saing. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Provinsi Kalimantan Timur, Aswanda, kepada RRI dalam program Halo Kaltim, dikutip Rabu 18 Februari 2026.

“Kami berupaya menghadirkan desa itu memiliki satu produk unggulan, one village one product,” ucap Aswanda, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam penguatan ekonomi desa.

Upaya tersebut tidak hanya sebatas imbauan, tetapi diwujudkan melalui lomba desa dan lomba produk unggulan desa yang digelar setiap tahun. Ajang ini menjadi ruang kompetisi sekaligus kolaborasi antardesa untuk menampilkan potensi terbaiknya. “Setiap tahun kami melaksanakan lomba dan memberikan hadiah untuk memotivasi mereka,” katanya.

Strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan semangat inovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jejaring pemasaran desa. Salah satu contoh sukses adalah Desa Selangkau yang dikenal dengan produk unggulan pisangnya. Desa ini berhasil mengolah pisang menjadi keripik berkualitas ekspor hingga menembus pasar Korea Selatan.

Produk tersebut diolah tanpa tambahan perisa, menggunakan teknologi pengeringan modern sehingga menghasilkan cita rasa alami yang khas. “Itu sudah diekspor sampai ke luar negeri, ke Korea,” ujarnya bangga. Keberhasilan ini menunjukkan inovasi desa mampu bersaing di pasar global apabila didukung pembinaan dan promosi yang tepat.

Selain penguatan ekonomi, pemerintah provinsi juga berperan dalam peningkatan tata kelola pemerintahan desa. Kolaborasi lintas sektor dilakukan bersama perangkat daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pendidikan, hingga penguatan ketahanan pangan dan penanggulangan bencana. Sinergi ini menjadi kunci agar desa tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam layanan dasar dan administrasi pemerintahan.

Prestasi membanggakan diraih oleh Desa Padang Jaya yang menjadi juara satu lomba desa tingkat nasional, serta Kelurahan Satimpo yang meraih juara satu lomba kelurahan tingkat nasional. Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Ada tahapan seleksi mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, termasuk verifikasi lapangan dan wawancara langsung.

“Mereka melihat kondisi riil di lapangan, apakah sesuai dengan paparan kepala desa dan BUMDes,” katanya menjelaskan proses penilaian.

Keberhasilan dua wilayah tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan yang baik, inovasi ekonomi, serta partisipasi masyarakat mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional. Pemerintah provinsi berperan sebagai fasilitator, motivator, dan penghubung kebijakan agar potensi desa dapat berkembang optimal.

Dengan strategi OVOP, pembinaan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor, desa-desa di Kalimantan Timur semakin siap menghadapi tantangan pembangunan. Prestasi Desa Padang Jaya dan Kelurahan Satimpo bukan sekadar kebanggaan daerah, tetapi juga cerminan bahwa pembangunan berbasis desa mampu membawa nama Kalimantan Timur bersinar di kancah nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....