Memaknai Sekolah Ramah Anak untuk Pembentukan Karakter

  • 18 Feb 2026 08:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Program Indonesia Layak Anak (IDOLA) di Pro1 RRI Samarinda pada Minggu, 1 Februari 2026, kembali menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak melalui konsep Sekolah Ramah Anak (SRA).

Founder Al Haqie Edu, Yuli Wulandari, menekankan implementasi SRA merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan dengan kesungguhan hati. Menurutnya, tujuan utama pendidikan adalah mengembalikan marwah pendidikan untuk membentuk karakter, bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas.

"Sekolah ramah anak ini kan memang amanat undang-undang. Pendidikan itu tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan tapi membentuk manusia seutuhnya," ujar Yuli.

Ia menambahkan, pendidikan ramah anak harus mampu membuat setiap orang yang terlibat di dalamnya merasa bahagia. Hal ini mencakup guru, murid, hingga pemangku kebijakan. Kebahagiaan lahir dan batin menjadi fondasi agar proses penyerapan ilmu dapat berjalan dengan maksimal dan tanpa tekanan.

Konsep ini diterapkan Al Haqie Edu melalui pendekatan personal kepada murid. Para pengajar atau tutor didorong untuk membangun kedekatan emosional terlebih dahulu sebelum masuk ke materi pelajaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak merasa dihargai sebagai individu yang unik.

Pentingnya peran pengajar sebagai figur dewasa yang hangat sangat ditekankan. Yuli meyakini, lingkungan yang ramah anak dimulai dari cara orang dewasa berinteraksi dengan anak didik. Komunikasi yang santun dan penuh empati adalah kunci dari terciptanya sekolah yang benar-benar "ramah".

Menutup penjelasannya, Yuli mengajak seluruh lembaga pendidikan untuk tidak terjebak pada formalitas label SRA. Ia mengingatkan, keberhasilan sekolah ramah anak diukur dari sejauh mana anak-anak merasa betah, aman, dan berani mengeksplorasi potensi diri mereka tanpa rasa takut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....