Diskusi Publik Soroti Keberlanjutan Probebaya tanpa Figur Wali Kota
- 16 Feb 2026 12:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Diskusi publik bertajuk “Probebaya tanpa AH, apa bisa?” digelar di Gedung SLC Fakultas MIPA Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Minggu (15/2/2026). Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).
Kegiatan tersebut mengulas sejauh mana program unggulan Pemerintah Kota Samarinda itu dapat tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan daerah. Probebaya selama ini dikenal sebagai program pembangunan berbasis RT yang menitikberatkan partisipasi langsung masyarakat.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan program tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan figur tertentu. Ia menyebut keberlanjutan program menjadi hal penting karena telah berjalan dan dirasakan manfaatnya.
“Program ini untuk rakyat. RT diberi ruang untuk membahas sendiri kebutuhan yang akan dikerjakan dan setiap RT mendapat anggaran sekitar Rp100 juta,” ujar Saefuddin. Ia menilai program yang sudah berjalan baik tidak semestinya dihentikan hanya karena perubahan kepemimpinan.

Menurut Saefuddin, berbagai tantangan memang muncul selama pelaksanaan satu tahun terakhir. Namun, evaluasi justru menjadi dasar untuk melakukan penyempurnaan kebijakan di masa mendatang.
Saefuddin juga menegaskan jika dirinya kelak mendapat amanah memimpin Kota Samarinda, program tersebut tetap akan dilanjutkan. “Kalau saya ditanya, tentu dilanjutkan. Tetapi harus ada perbaikan secara administrasi dan regulasi,” katanya.
Diskusi publik ini menegaskan bahwa keberlanjutan Probebaya tidak hanya bergantung pada figur pemimpin, melainkan pada sistem dan aturan yang telah dibangun. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi mengenai arah kebijakan pembangunan berbasis masyarakat di Samarinda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....