BEM FEB Unmul Soroti Bahaya Framing Informasi Ekonomi di Media Sosial

  • 13 Jun 2026 20:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Arus informasi yang semakin cepat di media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam memahami persoalan ekonomi nasional. Kondisi tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Gonjang-Ganjing Rupiah terhadap Dolar: Dinamika Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global” yang digelar di Samarinda, Jumat pada 12 Juni 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman 2025, Aditya Rahmat Hidayah, mengatakan masyarakat saat ini tidak kekurangan akses informasi. Namun, banyaknya informasi yang beredar justru membuat publik rentan menerima narasi yang tidak utuh dan menyesatkan.

Menurut Aditya, pengalaman krisis ekonomi pada 1998 menunjukkan bahwa kepanikan masyarakat dapat memperburuk situasi ekonomi. "Saat itu, kepanikan memicu penarikan dana secara besar-besaran yang berdampak terhadap stabilitas sektor perbankan dan perekonomian nasional," katanya.

Aditya menilai kondisi serupa dapat terulang apabila masyarakat tidak mampu membedakan informasi yang valid dengan informasi yang dibangun untuk kepentingan tertentu. Karena itu, literasi ekonomi dan kemampuan verifikasi informasi menjadi kebutuhan penting di era digital.

Gubernur BEM FEB UNMUL 2025 menyoroti fenomena media sosial yang dipenuhi berbagai konten ekonomi dengan penjelasan singkat dan mudah diterima publik. Padahal, persoalan ekonomi memiliki banyak variabel yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu sudut pandang.

Mahasiswa, lanjut Aditya, memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Ketika masyarakat tidak bisa membedakan mana berita yang valid dan mana yang hanya framing kepentingan tertentu, situasi bisa menjadi kacau. Karena itu mahasiswa harus menjadi garda literasi dan menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....