Samarinda Terus Berinovasi Atasi Persoalan Sampah
- 16 Feb 2026 06:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pengelolaan sampah yang berkelanjutan masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota Samarinda. Hal ini dilakukan dalam mewujudkan kota yang bersih dan hijau.
Dalam kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, pada Sabtu 14 Februari 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan pola pengelolaan sampah dari hulu ke hilir ini sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kan ada jargon ya, sampahku tanggung jawabku. Artinya semua punya peran dan tanggung jawab untuk memilah, mengolah sampahnya masing-masing," kata Suwarso.
Lebih lanjut dikatakannya, Kota Samarinda saat ini tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah modern. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pengembangan insinerator tanpa cerobong yang diklaim aman dari pencemaran lingkungan.
"Kita ada 10 tempat insinerator, itu tidak memakai cerobong pembuangan ke atas, jadi membuangnya ke bawah, ke dalam bak air sehingga tingkat pencemaran baku mutu udaranya mungkin lebih aman. Tapi memang belum mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya.
Meskipun saat ini masih dalam proses pengurusan izin resmi dan penelitian baku mutu, inovasi ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam mencari solusi efektif untuk mengurangi volume sampah. Langkah nyata lainnya adalah transformasi metode pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Pemkot Samarinda secara bertahap meninggalkan metode open dumping yang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan beralih menuju metode sanitary landfill. Pengembangan zona baru di TPA Sambutan juga sedang dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Suwarso juga menyoroti edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah yang masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, sosialisasi dan pendidikan lingkungan terus digencarkan. Program seperti Probebaya di tingkat RT, serta kampanye di sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....