Basarnas Perluas Pencarian Petani Hilang di Kukar

  • 11 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan masih mengintensifkan pencarian terhadap seorang petani sawit yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan perkebunan sawit Desa Makarti, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Korban bernama Steven Riadi (50), warga Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Ia diketahui pergi seorang diri dari pondok atau mess tempatnya tinggal untuk berburu hewan liar dengan membawa senapan angin.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban terakhir terlihat pada Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Sejak saat itu ia tak kunjung kembali ke pondok, sehingga keluarga berinisiatif melakukan pencarian di sekitar area kebun sawit.

Upaya pencarian mandiri yang dilakukan keluarga belum membuahkan hasil. Laporan resmi terkait hilangnya korban baru diterima Basarnas pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 06.40 WITA dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim ke lokasi kejadian.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi menjelaskan pihaknya segera menurunkan Tim Rescue Pos SAR Samarinda setelah menerima laporan tersebut untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan, ujarnya.

Memasuki hari keempat operasi (H.4), Selasa (11/2/2026), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan penyisiran. Kegiatan diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, kemudian tim bergerak ke lapangan sekitar pukul 07.15 WITA.

Pada H.4, area pencarian diperluas hingga radius 10 kilometer dari lokasi kejadian terakhir (LKP), dengan cakupan kurang lebih 138 kilometer persegi. Wilayah tersebut dibagi menjadi dua sektor guna mengoptimalkan penyisiran di area kebun dan hutan sekitar.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kutai Kartanegara, PMI Muara Badak, Disdamkar Marang Kayu, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang turut membantu menyisir jalur-jalur yang diduga dilalui korban saat berburu.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan untuk mendukung operasi, seperti Rescue Car D-Max Basarnas, kendaraan operasional milik BPBD dan PMI, serta perlengkapan komunikasi, medis, dan jungle rescue mengingat medan yang cukup berat.

Mardi mengungkapkan tim menghadapi tantangan berupa akses jalan yang sulit dilalui, keterbatasan sinyal komunikasi, serta kondisi cuaca hujan ringan yang menghambat pergerakan di lapangan, katanya.

"Kendati demikian, Basarnas memastikan pencarian akan terus dilakukan secara optimal sesuai prosedur dan batas waktu operasi. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat terdekat apabila menemukan petunjuk atau informasi terkait keberadaan korban", ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....