Kisah Abi, Bocah Santun yang Hilang di Pantai Kumala Balikpapan

  • 11 Jul 2026 21:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Langit cerah berawan di atas kawasan wisata Pantai Kumala, Balikpapan, pada Sabtu pagi 11 Juli 2026 sekira pukul 09.00 WITA, seketika berubah menjadi kelabu bagi sebuah keluarga. Suasana ceria yang hadir di area tersebut berubah menjadi kepiluan mendalam setelah seorang anak berusia 11 tahun, Muhammad Abidzar Al Ghifari, dilaporkan hilang terseret arus dan tenggelam.

Bocah yang akrab disapa Abi tersebut merupakan warga Gunung Sari yang dikenal sangat santun. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan luka yang teramat dalam bagi keluarga, terutama sang nenek, Asizah.

Di mata keluarga, Abi adalah sosok anak yang patuh, penurut, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi sejak dini. Sambil menahan air mata, Asizah mengenang kembali momen-momen terakhir bersama cucu kesayangannya. Abi dikenal sebagai anak yang gemar bersedekah.

"Beberapa hari lalu Abi meminta uang kepada saya. Katanya untuk infak ke kotak amal. Namun, karena saat itu saya sedang tidak memegang uang, saya berjanji akan memberinya nanti. Kemarin dia bahkan sempat mengingatkan saya dengan lembut," ujar Asizah dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai oleh RRI.

Kehilangan ini terasa kian berat mengingat Abi seharusnya kembali bersekolah pada Senin esok untuk memulai hari pertamanya di kelas VI Sekolah Dasar (SD). Segala perlengkapan sekolah, termasuk buku-buku tulis baru, sudah disiapkan dengan rapi.

Di sekolah, Abi dikenal sebagai siswa yang aktif dan pemberani. Ia sering maju ke depan kelas untuk menjawab kuis dari guru dan kerap mendapatkan apresiasi atas kecerdasannya. Sementara di lingkungan rumah, Abi adalah anak yang luhur budi; menghabiskan sore dengan bersepeda di gang rumah, lalu melanjutkan aktivitas dengan mengaji hingga selepas Isya.

Keluarga mengaku tidak melihat gelagat atau tanda-tanda aneh sebelum peristiwa nahas ini terjadi. "Semua biasa saja. Kemarin dia hanya meminta uang kepada ibunya untuk membeli ayam goreng dan seblak," kata Asizah.

Janji Gawai Baru yang Belum Terpenuhi

Kesedihan mendalam juga tampak jelas di pinggir pantai. Kakak kandung Abi, Dilla, terlihat duduk lemas mengenakan hijab hitam sambil tiada henti memanjatkan doa. Baginya, Abi bukan sekadar adik, melainkan pelipur lara yang selalu membawa keceriaan.

"Dia anak yang sangat penyayang. Jika berbuat salah, dia pasti langsung meminta maaf dan membelikan saya minuman agar saya tidak marah lagi," ucap Dilla sambil menyeka air matanya.

Dilla yang tinggal terpisah karena bekerja, menyimpan sebuah janji suci untuk adik kecilnya itu. Ia bekerja keras mengumpulkan upah demi bisa membelikan Abi sebuah gawai (gadget) baru saat gajian nanti. Namun, takdir berkata lain sebelum janji kakak penyayang itu sempat tertunaikan.

Kini, keceriaan Abi berganti dengan kesunyian. Pihak keluarga hanya bisa berserah dan memohon doa dari seluruh masyarakat agar Muhammad Abidzar Al Ghifari bin Muchlis dapat segera ditemukan dalam kondisi terbaik.

Upaya pencarian maraton langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, serta relawan. Petugas telah menyisir area mulai dari bibir pantai, radius 200 meter, hingga diperluas mencapai 1 kilometer dan 3 mil laut (5,5 kilometer) dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Hingga operasi pencarian hari pertama dihentikan pada pukul 17.00 WITA, tubuh Abi belum berhasil ditemukan. Mengingat kondisi pencahayaan dan keselamatan tim, operasi kemanusiaan ini akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi pukul 08.00 WITA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....