Gangguan Infrastruktur Sumatera, Kaltim Didorong Tambah Produksi Migas

  • 11 Feb 2026 13:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menilai pengelolaan sumur tua di Kalimantan Timur memiliki peran strategis dalam mendukung produksi migas nasional. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 10 Februari 2026.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalsul, Azhari Idris, mengungkapkan produksi migas nasional pada awal tahun 2026 menghadapi tantangan berat. Salah satunya akibat gangguan infrastruktur migas di wilayah Sumatera.

“Awal tahun ini kita kehilangan sekitar 2,5 juta barel produksi minyak nasional karena pecahnya pipa gas utama di Sumatera,” kata Azhari Idris.

Azhari menjelaskan, target produksi minyak nasional tahun 2026 semula ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari. Namun kondisi darurat tersebut membuat capaian produksi mengalami tekanan signifikan sejak awal tahun.

Menurut Azhari, kolaborasi pengelolaan sumur tua di Kalimantan Timur diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi. Upaya ini dinilai penting untuk menutup sebagian kekurangan produksi nasional.

Azhari menambahkan, Kalimantan Timur memiliki potensi besar dari sumur tua dan sumur idle yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut dapat memberikan tambahan produksi migas.

SKK Migas menghadirkan para pelaku utama industri hulu migas dalam sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman langsung kepada calon mitra kerja. Seluruh materi disampaikan langsung oleh regulator dan operator lapangan.

Pengelolaan sumur tua migas di Kalimantan Timur saat ini masuk dalam agenda strategis nasional untuk menjaga stabilitas produksi migas Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....