Listrik dan Kompor Dominasi Penyebab Kebakaran di Samarinda

  • 11 Feb 2026 11:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penyebab kebakaran di Kota Samarinda masih didominasi faktor listrik dan penggunaan kompor rumah tangga. Kondisi ini menjadi perhatian serius menjelang Ramadan karena aktivitas masyarakat meningkat, terutama saat memasak sahur dan berbuka.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Akhmad Suprianto, mengatakan korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran dengan persentase lebih dari 60 persen. Selain itu, kelalaian penggunaan kompor dan instalasi listrik tua juga menjadi faktor pemicu yang sering terjadi.

“Secara data, kebakaran di Samarinda didominasi korsleting listrik di atas 60 persen, disusul kelalaian penggunaan kompor serta instalasi listrik yang sudah tua,” ujarnya kepada rri.co.id, Rabu 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan instalasi listrik yang sudah berusia lama dan tidak pernah diperiksa berpotensi menimbulkan percikan api, terutama jika daya listrik rumah meningkat tanpa penyesuaian kabel. Kondisi tersebut kerap terjadi di kawasan permukiman padat.

Menurutnya, penggunaan terminal listrik secara berlebihan untuk berbagai peralatan rumah tangga juga menjadi risiko serius. Beban listrik yang melebihi kapasitas kabel dapat menimbulkan panas dan memicu kebakaran jika tidak segera ditangani.

Selain itu, aktivitas memasak yang intens selama Ramadan sering membuat warga lalai, seperti meninggalkan kompor dalam kondisi menyala atau tertidur karena kelelahan. Situasi ini dinilai berbahaya dan berpotensi memicu kebakaran besar.

Disdamkar Samarinda mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, mengganti kabel yang sudah tua, serta menggunakan peralatan listrik sesuai kapasitasnya. Kewaspadaan saat memasak juga menjadi kunci pencegahan kebakaran di lingkungan rumah.

Suprianto menegaskan pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing. “Jika instalasi listrik aman dan penggunaan kompor diawasi, potensi kebakaran bisa ditekan sejak dini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....