Disdamkar Samarinda Antisipasi Kebakaran di Bulan Ramadan
- 11 Feb 2026 11:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Menjelang Ramadan 2026, potensi kebakaran di Kota Samarinda perlu diwaspadai seiring meningkatnya aktivitas memasak dan penggunaan listrik di rumah tangga. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda mencatat tren kejadian kebakaran selama Ramadan masih cukup tinggi dalam dua tahun terakhir.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Akhmad Suprianto, mengatakan jumlah kebakaran pada Ramadan 2024 tercatat 23 kejadian dan menurun menjadi sekitar 18 kejadian pada 2025. Meski menurun, risiko tetap ada karena aktivitas masyarakat meningkat selama sahur dan berbuka.
“Pada bulan Ramadan aktivitas memasak meningkat, penggunaan listrik juga bertambah sehingga potensi kebakaran tetap harus diantisipasi bersama,” ujarnya kepada rri.co.id Rabu 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan penyebab kebakaran di Samarinda masih didominasi korsleting listrik dengan persentase di atas 60 persen. Faktor lain berasal dari kelalaian penggunaan kompor serta kebocoran gas saat aktivitas memasak yang lebih intens.
Menurutnya, kondisi kelelahan saat berpuasa kerap membuat masyarakat kurang waspada ketika memasak atau menggunakan peralatan listrik. Situasi tersebut dapat memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini dari lingkungan rumah.
Disdamkar Samarinda telah menyiagakan 11 posko pemadam yang tersebar di berbagai wilayah dengan sistem penjagaan 24 jam oleh tiga regu secara bergantian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respon cepat apabila terjadi kebakaran selama Ramadan.
Selain kesiapsiagaan personel, Disdamkar juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan listrik yang aman dan kewaspadaan saat memasak. Masyarakat diimbau tidak menggunakan satu terminal listrik untuk banyak peralatan karena berisiko menimbulkan panas berlebih.
Suprianto menekankan pentingnya kepemilikan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah atau lingkungan permukiman sebagai langkah awal pencegahan. “Jika ada APAR, kebakaran kecil bisa ditangani lebih cepat sebelum membesar dan membahayakan warga,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....