Pertanian Regeneratif Jadi Strategi Pangan IKN

  • 09 Feb 2026 12:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pertanian regeneratif menjadi salah satu pendekatan utama dalam sistem pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menekankan pemulihan ekosistem sekaligus produksi pangan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, kepada rri.co.id di Samarinda, Senin 9 Februari 2026.

Dalam sambutannya ia menjelaskan, pertanian regeneratif tidak hanya bertujuan menghasilkan pangan, tetapi juga memulihkan kualitas tanah, air, dan keanekaragaman hayati sebagai fondasi keberlanjutan wilayah. Pendekatan ini menempatkan kesehatan tanah sebagai dasar utama produktivitas jangka panjang.

“Kami mendorong praktik pertanian yang meningkatkan bahan organik, biologi tanah, dan struktur tanah agar produksi pangan tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, strategi tersebut juga menekankan pentingnya keragaman melalui rotasi tanaman, diversifikasi sistem, serta penerapan agroforestri. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan stabilitas produksi sekaligus mengurangi risiko kegagalan akibat perubahan iklim dan tekanan lingkungan.

Selain itu, pertanian regeneratif diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan menekan emisi. Ketergantungan pada input eksternal seperti pupuk dan pestisida dikurangi melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan lahan yang lebih optimal.

Menurutnya, pertanian di IKN juga diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan lanskap berkelanjutan. Sistem ini terintegrasi dengan pembangunan wilayah, teknologi, serta pengolahan hasil untuk memperkuat ketahanan pangan.

Ia menegaskan, pendekatan lintas disiplin diperlukan dalam penerapan pertanian regeneratif, mulai dari perencanaan lahan berbasis peta kesesuaian, budidaya adaptif iklim, hingga dukungan teknologi tepat guna. “Ini membutuhkan SDM terampil dan kolaborasi antara praktisi, kampus, serta pemerintah,” ujarnya.

Peran pendidikan vokasi juga dinilai penting dalam mendukung sistem pangan IKN, terutama melalui pembelajaran berbasis demplot, teaching factory, dan living laboratory di kawasan penyangga. Upaya ini diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan pembangunan menjadi praktik lapangan serta memperkuat ketahanan pangan jangka panjang di IKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....