Pertanian Regeneratif Perkuat Infrastruktur Hijau IKN
- 09 Feb 2026 12:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Konsep pertanian dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diarahkan sebagai bagian dari infrastruktur hijau dan sistem pangan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, saat orasi ilmiah Dies Natalis ke-37 Politani Samarinda, Senin 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sistem pangan di IKN dirancang tidak bergantung pada satu jenis komoditas. Pola konsumsi masyarakat didorong beragam, mulai dari umbi-umbian, kacang-kacangan, hingga pangan lokal lain yang mendukung keberlanjutan pertanian.
Myrna mencontohkan, dalam berbagai kegiatan di kawasan IKN, konsumsi yang disajikan sering kali berasal dari hasil olahan sederhana seperti rebusan umbi dan pangan lokal. Pendekatan tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan konsumsi beragam sekaligus memperkuat ekosistem pertanian.
“Keragaman konsumsi itu by design. Bukan sesuatu yang tidak dipikirkan, karena dari situ pola pertanian diarahkan pada agroforestri agar berbagai tanaman bisa tumbuh dalam satu lanskap,” ujarnya.
Ia menegaskan, pertanian di IKN merupakan bagian dari makro infrastruktur hijau yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau yang mencapai sekitar 75 persen wilayah. Konsep tersebut menempatkan pertanian sebagai penopang ekologi sekaligus sistem ketahanan pangan kota.
Namun ia mengingatkan, kondisi ekosistem saat ini belum sepenuhnya baik. Sebagian lahan mengalami degradasi akibat praktik pembangunan, sementara sektor pertanian masih memiliki ketergantungan tinggi pada pupuk, benih, dan pestisida dari luar wilayah.
Ketergantungan tersebut dinilai berisiko terhadap ketahanan kota jika terjadi gangguan distribusi atau transportasi. Karena itu diperlukan perubahan paradigma menuju sistem pertanian yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis praktik baik.
Ia menambahkan, Otorita IKN tengah mengembangkan kerangka praktik pertanian berkelanjutan melalui pendekatan pertanian regeneratif. "Model ini telah diuji coba dan disosialisasikan kepada petani serta kampus pertanian sebagai laboratorium pembelajaran di kawasan IKN," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....