Kampus Dukung Ketahanan Pangan Kaltim Lewat Vokasi
- 09 Feb 2026 11:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dukungan perguruan tinggi terhadap program ketahanan pangan di Kalimantan Timur terus diperkuat melalui pengembangan pendidikan vokasi dan riset terapan. Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor pangan nasional, khususnya di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Hal tersebut disampaikan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Hamka, saat wawancara kepada rri.co.id usai rapat senat terbuka Dies Natalis ke-37 Politani Samarinda di Auditorium kampus, Senin 9 Februari 2026. Ia menegaskan, kampus tetap mempertahankan jati diri di bidang pertanian meski tengah bertransformasi menjadi universitas.
Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Program studi pertanian akan terus dikembangkan bersamaan dengan penambahan disiplin ilmu lain yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Hamka mengatakan, perubahan kelembagaan menjadi universitas tidak menghilangkan peran utama kampus sebagai penghasil sumber daya manusia di bidang pertanian. Justru, penguatan pendidikan vokasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung mendukung sektor pangan.
“Kami tetap fokus di bidang pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, meski ke depan juga mengembangkan program studi lain yang sejalan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan riset terapan dan kolaborasi dengan dunia usaha serta pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam mempercepat inovasi sektor pangan. Kampus diarahkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kemandirian pangan.
Peran Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis penyangga Ibu Kota Nusantara dinilai membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pertanian dan teknologi pangan. Karena itu, Politani Samarinda menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus pengembangan institusi.
Melalui pendidikan vokasi, kampus diharapkan dapat melahirkan tenaga terampil yang mampu bekerja di sektor pertanian modern, industri pangan, serta pemberdayaan masyarakat desa. Langkah ini menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan nasional di bidang pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....