Mahasiswa Politani Tampilkan Hilirisasi Sawit Inovatif
- 09 Feb 2026 11:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Inovasi hilirisasi kelapa sawit karya mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Samarinda ditampilkan pada rangkaian Dies Natalis ke-37 di Auditorium Politani Samarinda, Senin 9 Februari 2026. Produk yang dipamerkan merupakan hasil pengolahan di Laboratorium Kelapa Sawit Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan (THP).
Berbagai produk turunan sawit ditampilkan, mulai dari minyak goreng, minyak merah, sabun, lilin organik, hingga produk biomassa seperti arang aktif dan briket. Inovasi tersebut menunjukkan potensi besar komoditas sawit yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga produk bernilai tambah.
Pranata Laboratorium Kelapa Sawit Program Studi THP Politani Samarinda, Dody Purwanto, mengatakan pengolahan dilakukan dari bahan baku crude palm oil (CPO) yang kemudian diproses menjadi berbagai produk turunan. Proses ini sekaligus menjadi media pembelajaran mahasiswa dalam pengembangan hilirisasi sawit.
“Dari Laboratorium Kelapa Sawit, kami memproses sawit menjadi produk turunan seperti minyak goreng, minyak merah, sabun, lilin, arang aktif hingga asap cair sebagai pengawet alami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu produk unggulan yang ditampilkan adalah minyak merah yang kaya beta karoten dan vitamin E. Kandungan tersebut dinilai bermanfaat bagi kesehatan, terutama sebagai antioksidan dan pro vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.
Menurutnya, pemanfaatan komponen sawit hingga skala kecil dapat meningkatkan nilai ekonomis produk. Selain pangan, turunan sawit juga berpotensi dikembangkan menjadi bahan kosmetik dan produk kesehatan.
“Semakin kecil komponen yang diambil, seperti vitamin dan antioksidan, nilai ekonominya semakin tinggi dan bisa menjadi produk kesehatan maupun kecantikan,” katanya.
Proses pembuatan produk dilakukan dengan teknologi sederhana dan melibatkan mahasiswa. Minyak merah dapat dihasilkan dalam waktu satu hari, sedangkan minyak goreng melalui proses pemurnian membutuhkan waktu sekitar delapan hingga dua belas jam.
Dody menilai, masyarakat masih menganggap minyak jernih sebagai produk terbaik, padahal kandungan nutrisi justru lebih banyak terdapat pada minyak merah. Karena itu, diperlukan edukasi dan kampanye agar masyarakat lebih memahami manfaat produk sawit yang lebih sehat.
Ia menambahkan, hilirisasi sawit tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga energi alternatif dan bahan pengawet alami. Limbah asap dari pembuatan arang dimanfaatkan menjadi asap cair yang dapat digunakan sebagai pengawet kayu maupun makanan setelah melalui proses pemurnian.
“Banyak potensi turunan dari sawit yang belum digali. Mahasiswa harus terus berkreasi, karena dengan inovasi kita bisa menjadi tuan di daerah sendiri dalam pengolahan sawit,” ucap Dody.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan produk lokal berbasis sawit yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi tinggi. Politani Samarinda juga mendorong penguatan pengemasan dan manajemen bisnis agar produk dapat dipasarkan secara luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....