Longsor di Loa Hui, Tiga Rumah Rusak Berat

  • 07 Feb 2026 09:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Hujan deras yang mengguyur Samarinda sejak Kamis malam hingga Jumat siang, menyebabkan longsor di Loa Hui, Jalan Kurnia Makmur, RT 42, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang pada Jumat, 6 Februari 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.10 WITA dan menyebabkan tiga rumah warga rusak berat, termasuk kantor RT setempat.

Ketua RT, Mustari, mengatakan tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat sejak malam sebelumnya. Hujan deras membuat tembok di sekitar bangunan retak, hingga air masuk melalui celah yang pecah.

“Semalam ini kan hujan deras dan memang di situ sudah ada tembok yang pecah. Akhirnya karena hujan dari malam, air itu masuk ke sela-selanya," ujar Mustari.

Kondisi itu semakin parah pada pagi harinya ketika penjaga pos sempat mendengar suara retakan. Merasa curiga dan khawatir, Mustari pun langsung dipanggil untuk mengecek kondisi di lokasi.

Sesampainya di sana, Mustari bersama warga segera mengevakuasi barang-barang dari dalam rumah dan kantor RT ke tempat aman. Beruntung, saat tanah mulai bergerak, warga sudah berada di luar bangunan, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Alhamdulillah tidak ada (orang di dalam), karena kan kita sudah mengetahui kalau ini nanti akan runtuh, jadi kita menyingkir dulu. Kita sempat evakuasi bersama," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Edy Susanto, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Berdasarkan hasil penilaian BPBD, longsor di Loa Hui dipicu oleh hujan yang turun hampir tanpa henti sejak Kamis malam. Air hujan tersebut, kata Edy, mengalir ke dalam tanah.

"Sementara kita simpulkan itu adalah tanah. Tanah yang bergerak di bawah mungkin disebabkan ada aliran air di bawah," ujarnya.

Edy menyebut, hujan deras sejak Kamis menjadi faktor pemicu bencana, tidak hanya di Loa Hui, tetapi juga di sejumlah titik. Namun, di antara laporan bencana yang masuk, menurutnya longsor di Loa Hui adalah yang terparah.

“Dari Kamis malam sampai Jumat siang, kami menerima beberapa laporan longsor. Sampai saat ini ada sekitar empat titik, dan di Loa Hui ini termasuk yang paling parah,” ucap Edy.

BPBD pun mengimbau warga untuk sementara tidak melintasi jalur bawah yang terdampak longsor karena kondisi tanah yang masih rentan goyah sehingga berpotensi menyebabkan longsor susulan. Warga juga diimbau melakukan evakuasi mandiri

Selain itu, Edy juga meminta Ketua RT atau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana longsor untuk segera bersurat dan membuat laporan resmi kepada BPBD.

"Nanti kita minta untuk RT dan warga untuk bersurat. Mungkin nanti ada kajian teknis dari BPBD, untuk rumah-rumah yang sekitar sini," kata dia.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam beberapa peristiwa longsor yang terjadi. Namun, warga diimbau tetap waspada, mengingat intensitas hujan di Samarinda masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....