Paddle Board, Tren Olahraga Air Baru Samarinda

  • 06 Feb 2026 13:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan gaya hidup sehat di kalangan anak muda turut mendorong lahirnya tren olahraga baru di Samarinda. Salah satunya adalah paddle board, olahraga air yang kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sarana rekreasi santai di alam terbuka. Berada langsung di atas sungai memberikan pengalaman berbeda yang tidak ditemui pada olahraga darat.

Faris, salah satu pegiat paddle board Samarinda, menilai olahraga ini sangat relevan dengan karakter generasi muda saat ini. “Beberapa tahun terakhir ini ada fenomena FOMO olahraga, seperti lari, padel, dan lainnya. Paddle board menjadi sesuatu yang unik karena bisa menyatukan olahraga sekaligus wisata, ujar Faris kepada RRI, dikutip Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut Faris, sensasi paddle board terletak pada kedekatan langsung dengan air. Ia ucap, berbeda dengan perahu atau sampan yang memiliki jarak antara tubuh dan permukaan sungai. “Kalau pedal board itu hanya papan, jadi kita benar-benar merasa mengambang di atas air. Sensasinya menyenangkan sekaligus menantang,” katanya menjelaskan.

Pengalaman berdiri di atas papan sambil mendayung memberikan rasa kebebasan dan ketenangan tersendiri, lanjut Faris. Hal inilah yang membuat paddle board cocok sebagai aktivitas rekreasi dan healing, terutama bagi masyarakat perkotaan yang ingin melepas penat dari rutinitas harian.

Sementara itu, anggota paddle board Samarinda, Krisdianto, menanggapi ketertarikan masyarakat yang masih awam. Ia menjelaskan, paddle board sejatinya bukan konsep asing dalam budaya bahari. “Mendayung sambil berdiri sebenarnya sudah lama dikenal. Di Indonesia, kita mengenalnya sebagai getek, yaitu berdiri menggunakan tongkat panjang,” katanya.

Lebih jauh, Krisdianto mengatakan paddle board modern pertama kali berkembang di Hawaii pada tahun 1970-an. “Awalnya digunakan untuk membantu pelatih selancar, lalu berkembang sebagai alat mitigasi dan penyelamatan di perairan. Di Indonesia sendiri, pedal board juga mulai dimanfaatkan untuk fungsi serupa,” ucap Krisdianto menjelaskan.

Menurutnya, keunggulan pedal board terletak pada bentuknya yang ramping, ringan, dan fleksibel. “Papan ini tidak membutuhkan ruang besar, bisa masuk ke gang-gang sempit di kawasan banjir, sehingga potensial digunakan sebagai alat evakuasi,” ucapnya, mengaitkan dengan kondisi Samarinda yang kerap terdampak banjir.

Dari sisi kesehatan, paddle board menawarkan manfaat fisik yang cukup lengkap. “Olahraga ini sangat efektif untuk melatih kardio dan daya tahan tubuh. Otot lengan, kaki, dan dada aktif hampir bersamaan. Kelihatannya mudah, tapi sebenarnya butuh keseimbangan dan teknik,” katanya sambil menekankan bahwa paddle board bukan olahraga instan.

Ia melanjutkan, komunitas Paddle Board Samarinda bahkan memiliki slogan stand up paddle terlihat mudah, tetapi tidak semudah kelihatannya. Dalam satu sesi latihan, peserta bisa mendayung sejauh lima hingga sepuluh kilometer, yang memberikan efek kebugaran optimal sekaligus pengalaman menyenangkan di sungai.

Kegiatan mendayung di Sungai Karang Mumus, termasuk rencana lintasan sejauh lebih dari enam kilometer, menjadi bukti paddle board mampu menggabungkan olahraga, rekreasi, dan eksplorasi kota dari sudut pandang air. Dengan pendekatan ini, sungai kembali dihidupkan sebagai ruang publik yang sehat dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....