Atlet Arung Jeram Paser Jalani Latihan Intensif di Sungai Desa Rantau Buta

  • 17 Apr 2026 17:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026, Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Paser, tengah menjalani program latihan secara intensif, guna mengasah kemampuan serta kualitasnya.

Sebanyak 16 atlet arung jeram Paser yakni 10 putra dan 6 putri yang bakal turun di pesta olahraga akbar 4 tahunan di Kaltim itu, berlatih di Sungai Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kaltim.

Ketua Pebgcab FAJI Paser, Nor Ferry Irawan mengatakan, pemilihan lokasi latihan di Sungai Rantau Buta ini agar para atlet bisa menyatu dengan venue yang nantinya bakal digunakan untuk pelaksanaan pertandingan Porprov.

“Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan senam pemanasan dan joging sejauh 4,5 kilometer menuju titik start,” kata Ferry pada Jumat 17 April 2026.

Agar bisa meraih medali di Porprov, tentu para atlet ini harus menjalani program latihan yang rutin.

Tahap pertama, atlet fokus pada kategori Down River Race (DRR). Dalam kategori ini, tim R4 dan R6 putra-putri harus mengarungi sungai sepanjang 4,8 kilometer dengan target waktu tercepat.

Selama menjalani program di Desa Rantau Buta ini, Ferry mengatakan bahwa ada dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser.

Selain itu juga adanya dukungan dari Kepala Desa Rantau Buta, Rofi'i, yang disebutkan Ferry sangat membantu tim arung jeram Paser. Bahkan akomodasi dan konsumsi bagi para atlet selama menjalani masa pelatihan.

"Kami sangat mengapresiasi keramahan warga. Dukungan ini menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Paser di PORPROV nanti," ucapnya.

Sementara itu, pelatih arung jeram Paser, Ade Candra menjelaskan, untuk di siang hari tantangan semakin berat dengan latihan kategori Slalom.

Di sini, ketangkasan atlet benar-benar sangat diuji saat mereka harus bermanuver di antara jeram yang deras sambil melewati gawang-gawang tanpa menyentuhnya.

"Stamina dan teknik adalah kunci. Di kategori Slalom, kesalahan kecil saat menyentuh gawang bisa berdampak besar pada penilaian waktu," kata Ade menjelaskan.

Venue arung jeram di Desa Rantau Buta ini, selain digunakan sebagai venue pertanding untuk Porprov, bisa juga menjadi destinasi wisata air di Bumi Daya Taka, yang selaras dengan keinginan Bupati Paser yakni meningkatkan sport tourism atau olahraga wisata yang ada di Kabupaten Paser.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....