Komunitas Paddle Board Samarinda Dorong Kepedulian Menjaga Sungai
- 06 Feb 2026 13:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Samarinda dikenal sebagai Kota Tepian yang tak terpisahkan dari keberadaan sungai. Sungai Mahakam dan anak-anak sungainya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Seiring perkembangan zaman, sungai kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, tetapi juga ruang rekreasi dan olahraga air yang menyehatkan.
Salah satu olahraga air yang mulai berkembang di Samarinda adalah paddle board atau stand up paddle. Olahraga ini menggabungkan keseimbangan tubuh, kekuatan otot, dan teknik mendayung di atas papan. Selain menyehatkan, pedal board juga menawarkan pengalaman rekreasi yang menyatu langsung dengan alam, khususnya perairan sungai.
Anggota Komunitas paddle board Samarinda, Krisdianto, menjelaskan olahraga ini tergolong baru dikenal masyarakat luas. “Untuk Kalimantan Timur sebenarnya sudah mulai dikenalkan sekitar tahun 2020, bahkan sempat dimainkan di Sungai Mahakam. Namun, khusus di Samarinda, aktivitas pedal board ini baru aktif sekitar pertengahan tahun lalu,” ujar Krisdianto kepada RRI, dalam program Obrolan Komunitas Pro1 Samarinda.
Lebih lanjut, Krisdianto menyebut paddleboard merupakan gabungan dari olahraga selancar dan kayak. “Olahraga ini dikenal sebagai stand up paddle, artinya berdiri sambil mendayung. Tujuannya bukan hanya untuk kebugaran, tetapi juga melatih keseimbangan dan keterampilan dasar masyarakat yang hidup di wilayah perairan,” katanya menjelaskan.
Menurutnya, Samarinda sebagai kota air seharusnya menjadikan kemampuan berenang dan mendayung sebagai keterampilan hidup dasar. Dengan hadirnya paddleboard, masyarakat kembali diajak untuk berinteraksi dengan sungai sebagai ruang hidup, bukan sekadar halaman belakang kota yang terabaikan.
Tidak hanya berfokus pada olahraga, komunitas ini juga berkolaborasi dengan Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS). Anggota paddleboard lainnya, Bakhtiar atau yang akrab disapa Iyau mengungkapkan, ide menggabungkan paddle board dengan aksi bersih sungai berangkat dari menurunnya kepedulian masyarakat terhadap sungai. “Selama ini kami menggunakan perahu untuk memungut sampah, tetapi interaksi masyarakat dengan sungai masih sangat terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran paddle board menjadi daya tarik baru, terutama bagi generasi muda. “Dengan bermain paddleboard, orang kembali berinteraksi dengan sungai. Dari situ tumbuh kesadaran bahwa sungai harus dijaga agar tetap nyaman untuk berwisata dan beraktivitas,” katanya menambahkan.
Ia juga berharap, inovasi ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga Samarinda bahwa sungai adalah bagian penting dari identitas kota. Melalui olahraga air yang menyenangkan, masyarakat diajak menjaga kebersihan dan kelestarian sungai secara berkelanjutan.
Melengkapi perspektif tersebut, anggota paddleboard Samarinda lainnya, Faris, menilai paddleboard bukan hanya sarana olahraga dan aksi lingkungan, tetapi juga media rekreasi dan healing di alam terbuka. Aktivitas ini memberikan ketenangan mental sekaligus mempererat hubungan manusia dengan alam, khususnya sungai yang selama ini menjadi saksi kehidupan masyarakat Samarinda.
Dengan berkembangnya komunitas paddle board di Samarinda, diharapkan sungai tidak lagi dipandang sebagai tempat pembuangan, melainkan sebagai ruang publik yang sehat, bersih, dan lestari. Olahraga air ini menjadi bukti bahwa gaya hidup sehat dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....