Peran Masyarakat dan Kesiapsiagaan BPBD Hadapi Bencana

  • 06 Feb 2026 06:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Awal tahun 2026, upaya mitigasi bencana di Kalimantan Timur semakin diperkuat, khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat. BPBD setempat menekankan pentingnya peran serta masyarakat lokal sebagai relawan tangguh dalam menghadapi banjir dan bencana lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir pihaknya mengupayakan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya komunitas MPA, keluarga tangguh bencana, kampung tangguh bencana, dan relawan lokal. “Mereka kami latih dan sosialisasikan pengetahuan menghadapi darurat banjir sehingga nantinya secara otomatis dapat menyelamatkan diri dan kelompok rentan di lingkungan masing-masing,” ujar Agus kepada RRI dalam program Halo Kaltim, dikutip Jumat 6 Februari 2026.

Baca juga: BPBD Kutai Barat Antisipasi Banjir Kiriman Hulu Mahakam

Senada dengan Agus, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Barat, Bambang Pramudito, menambahkan beberapa kampung di Kutai Barat sudah terbentuk Desa Tangguh Bencana dan kelompok MPA. Bahkan saat banjir di Mahulu tahun lalu, masyarakat lokal berperan sebagai titik transit logistik. “Selain itu, kami rutin menggelar apel siaga dan gladi bersama TNI-Polri untuk memastikan kesiapan semua pihak,” katanya.

Dalam hal sumber daya manusia, Bambang menjelaskan 40 personel BPBD Kutai Barat selalu siaga dan on-call, dengan dukungan dari bidang pencegahan, rehabilitasi, rekonstruksi, serta sekretariat.

Sementara itu, dari sisi peralatan, BPBD Kutai Barat memiliki beberapa eksavator mini, polytelin, speedboat, dan peralatan darurat lainnya. “Tapi kalau banjir merata seperti sebelumnya, peralatan yang ada masih kurang, karena jangkauan wilayah sangat luas hingga 16 kecamatan yang berpotensi terdampak,” ujar Bambang.

Kesiapsiagaan ini menjadi kunci dalam menghadapi bencana, terutama mengingat kondisi geografis wilayah yang sebagian besar sulit dijangkau jalur darat. Kombinasi antara relawan lokal yang terlatih, koordinasi dengan BPBD, dan peralatan darurat di lapangan diharapkan dapat meminimalisir dampak banjir dan mempermudah distribusi bantuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....