Pekerja Penanaman Pohon Hanyut di Sungai Kandilo
- 05 Feb 2026 22:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang pekerja penanaman bibit pohon dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Kandilo, RT 01 Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis 5 Februari 2026. Hingga pencarian hari pertama, korban atas nama Saipullah belum ditemukan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita saat korban bersama seorang saksi berusaha menyeberangi Sungai Kandilo dengan cara berenang. Arus sungai yang deras diduga menjadi penyebab korban kelelahan hingga akhirnya tenggelam.
Kepala Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Paser yang diteruskan oleh petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, melaporkan korban bernama Saipullah, lahir di Tabalong 14 Desember 2005, beragama Islam, dan beralamat di Desa Jaro RT 015 Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, katanya
Saksi mata bernama Sahradi menjelaskan, "sebelum kejadian korban bersama empat orang rekan berangkat ke lokasi kerja di kawasan Hutan Lindung Desa Busui menggunakan perahu untuk melakukan penanaman bibit pohon meranti", ujar Muriono.
Sekitar pukul 11.00 Wita, saksi dan korban berniat kembali ke mess untuk istirahat siang. Namun keduanya memilih menyeberangi sungai dengan berenang tanpa menunggu perahu yang telah disediakan oleh koordinator lapangan.
"Di tengah penyeberangan, arus Sungai Kandilo yang deras menyeret saksi dan korban hingga terpisah. Saksi sempat melihat korban mengangkat tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang dari pandangan", katanya.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Paser bersama unsur TNI, Polri, perusahaan, relawan, dan masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian dengan penyisiran sungai menggunakan perahu bermesin serta penyelaman.
Namun proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya derasnya arus sungai, banyaknya kayu dan ranting di sepanjang aliran, jarak tempuh sekitar 75 kilometer dari pusat kabupaten ke lokasi kejadian, serta keterbatasan jaringan seluler.
BPBD Kabupaten Paser memastikan keluarga korban telah dihubungi oleh pihak perusahaan tempat korban bekerja, yakni PT Agro City Kaltim yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur. Hingga laporan ini disusun, hasil pencarian masih nihil dan operasi akan dilanjutkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....