SDN 012 Samarinda Ulu Manfaatkan Bank Sampah untuk Dukung Kegiatan Adiwiyata

  • 09 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - SDN 012 Samarinda Ulu yang berada di Jalan A. Wahab Syahranie, Sempaja Selatan, tidak hanya mengajarkan siswa menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomi melalui program bank sampah. Hal itu diungkapkan Kepala SDN 012 Samarinda Ulu, Aminem.

Ia menjelaskan, bank sampah di sekolahnya hanya menampung sampah yang berasal dari lingkungan sekolah dan siswa tidak boleh membawa sampah dari rumah.

"Yang kami kumpulkan itu sampah dari sekolah. Misalnya kertas bekas, kertas ulangan atau asesmen siswa, kardus bekas pembelian alat tulis kantor (ATK) maupun barang elektronik, termasuk kardus dari kantin. Sampah-sampah yang masih bernilai uang itu kami kumpulkan," ujarnya, dikutip pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sampah tersebut kemudian dipilah dan dijual kepada bank sampah yang telah bekerja sama dengan sekolah. Menurut Aminem, uang hasil penjualan sampah tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan dikembalikan untuk mendukung program Adiwiyata.

"Misalnya untuk membeli bibit hidroponik, tanah, pupuk atau kebutuhan lain yang menunjang kegiatan Adiwiyata di sekolah," kata dia.

Aminem menuturkan, dana BOS Nasional maupun BOS Daerah memang dapat digunakan untuk membeli pot, tanah, pupuk dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan program Adiwiyata. Namun, anggaran tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan kegiatan.

Karena itu, hasil penjualan sampah menjadi tambahan yang membantu sekolah menjalankan berbagai program peduli lingkungan.

Kepala SDN 012 Samarinda Ulu, Aminem. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Selain memanfaatkan bank sampah, sekolah juga mengajak orang tua ikut berpartisipasi menambah ruang hijau. Setiap peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon, sekolah mengimbau orang tua melalui grup WhatsApp untuk membawa tanaman dari rumah.

"Misalnya ada yang membawa jahe, kencur, tanaman gantung atau tanaman keras. Nanti kami tanam di sekolah sesuai lokasi yang masih bisa ditanami. Kalau masih ada sisa, tanaman itu kami bawa saat kampanye penanaman pohon kepada masyarakat," ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Aminem berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan di sekolah, tetapi juga terbiasa menanam dan merawat tanaman sejak dini sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan hingga dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....