Kronologis Nelayan Lansia yang Diduga Hilang di Sungai Sabut PPU
- 05 Feb 2026 21:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang nelayan lanjut usia bernama Alben (63) dilaporkan diduga hilang saat mencari ikan di perairan Sungai Sabut Jetty BRM, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Laporan dugaan orang hilang tersebut diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten PPU pada Rabu, dan dibagikan oleh petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 09.14 WITA, setelah korban tidak kunjung kembali ke rumah usai melaut sejak Selasa malam.
Peristiwa itu bermula pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WITA, ketika korban berangkat mencari ikan menggunakan perahu miliknya di sekitar Sungai Sabut Jetty BRM Sepaku. Berdasarkan keterangan keluarga, "korban biasanya kembali ke darat sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA, namun hingga waktu tersebut korban tidak pulang ke rumah", kata salah satu pihak keluarga.
Karena merasa khawatir, anak korban bersama beberapa pihak kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi yang biasa digunakan korban untuk mencari ikan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan korban tidak ditemukan.
Dalam proses pencarian awal, pihak keluarga dan warga hanya menemukan perahu milik korban dalam kondisi kosong tanpa awak di sekitar perairan Sungai Sabut. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Lurah Pantai Lango selaku pelapor kepada BPBD PPU.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna melakukan operasi pencarian dan pertolongan, kata petugas BPBD PPU.
Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi awal korban diduga hilang hingga radius kurang lebih dua mil dari titik kejadian. Dalam proses pencarian, tim menemukan satu buah senter kepala serta dua organ dalam yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD PPU, Basarnas Balikpapan, DPKP Pos Jenebora, DPKP Pos Sotek, DPKP Pos Sepaku, Polsek Sepaku, Pospol Pantai Lango, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah Pantai Lango, pihak PT BRM, keluarga korban, serta warga sekitar.
Adapun sarana yang dikerahkan dalam pencarian meliputi mobil operasional, perahu karet, polyteline, serta belasan perahu nelayan milik warga yang turut membantu proses penyisiran di perairan Sungai Sabut.
Hingga Rabu sore, pencarian korban dihentikan sementara pada pukul 18.25 WITA karena keterbatasan pencahayaan dan faktor keselamatan. Operasi pencarian dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada Kamis, 5 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WITA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....