Dinsos Kaltim Tinjau Banjir Loa Ipuh Darat

  • 04 Feb 2026 16:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kukar – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat meninjau lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Dusun Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa, 3 Februari 2026.

Peninjauan dilakukan bersama relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kutai Kartanegara untuk memastikan kondisi warga terdampak akibat luapan air yang dipicu curah hujan tinggi serta fenomena pasang Sungai Mahakam sejak 31 Januari 2026.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi mengatakan, banjir tercatat merendam sedikitnya 14 rumah warga yang tersebar di RT 09 dan RT 10 Dusun Pondok Labu.

Ia mengungkap, berdasarkan pendataan di lapangan, jumlah warga terdampak di RT 09 mencapai 9 kepala keluarga dengan 18 jiwa. Sementara di RT 10, tercatat 19 kepala keluarga dengan total 67 jiwa yang turut terdampak banjir.

Sebagian besar warga yang rumahnya terendam saat ini memilih mengungsi ke area jalan yang lebih tinggi sambil menunggu pendirian tenda darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Terkait kebutuhan dasar, bantuan logistik telah didistribusikan secara kolaboratif oleh BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara. Bantuan tersebut berasal dari pemanfaatan buffer stock Dinsos Kukar yang sebelumnya dipasok dari Gudang Logistik Bencana Dinsos Provinsi Kalimantan Timur.

Dinsos Provinsi Kalimantan Timur juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Ketua RT setempat guna memantau perkembangan di lapangan. Apabila terjadi kekurangan stok pangan maupun kebutuhan darurat lainnya, tambahan logistik dipastikan akan segera disalurkan.

“Berdasarkan dialog dengan Ketua RT setempat, kondisi saat ini sudah mulai aman terkendali. Debit air mulai menurun dan kebutuhan logistik di pengungsian masih mencukupi,” ujar Achmad Rasyidi.

Meski situasi berangsur kondusif, tim mencatat sejumlah kendala krusial yang masih dihadapi warga, di antaranya kerusakan di beberapa titik jalan yang menghambat mobilitas. Saat banjir melanda, akses jalan kerap tidak dapat dilalui sehingga meningkatkan risiko warga terisolir.

Selain itu, wilayah Dusun Pondok Labu hingga kini belum menikmati aliran listrik selama 24 jam. Warga masih bergantung pada panel tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan energi harian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....