BI Balikpapan Optimistis Stabilitas Harga 2026
- 29 Jan 2026 22:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan memproyeksikan penguatan stabilitas harga melalui kolaborasi intensif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser sepanjang tahun 2026.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan frekuensi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah (PM), serta Operasi Pasar (OP) dalam rangka menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Selain itu, KPwBI Balikpapan juga memfasilitasi pelaksanaan business matching antara produsen dan distributor komoditas pangan dengan SPPG-MBG guna memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di daerah.
“Ke depan, kami akan mencoba memperkuat matching antara sentra produksi dan distributor pangan agar distribusi stok di pasar tetap terjaga dan tidak berdampak signifikan terhadap harga,” ujar Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, saat bincang bersama awak media, Kamis 29 Januari 2026.
Dari sisi ketahanan pangan, Bank Indonesia mendorong penyediaan sarana produksi bagi kelompok tani serta perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin kepastian pasokan komoditas esensial.
Secara paralel, pengembangan ekonomi inklusif difokuskan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan kapasitas teknis, standardisasi kualitas produk ekspor, serta digitalisasi pencatatan keuangan menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
Langkah tersebut diperkuat dengan edukasi literasi keuangan yang bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna membuka akses pembiayaan perbankan yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Transformasi ekonomi syariah juga menjadi pilar penting melalui fasilitasi sertifikasi halal dan pengembangan ekonomi pesantren untuk menciptakan ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Di sektor digital, akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terus dioptimalkan, khususnya pada sektor parkir dan transportasi, guna meningkatkan transparansi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, ketersediaan uang layak edar dipastikan melalui layanan penukaran terpadu, termasuk menjangkau wilayah pesisir melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut.
Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah serta perluasan akseptasi QRIS juga diintegrasikan dalam berbagai festival edukatif seperti PESAN, Mahligai Nusantara, dan FENTURA 2026.
Rangkaian inisiatif tersebut dirancang untuk membangun sistem keuangan digital yang inklusif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan moneter dan sistem pembayaran nasional. (Fun)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....