Cegah DBD, Dinkes Kaltim Gelar Vaksinasi Pegawai
- 27 Jan 2026 17:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar vaksinasi demam berdarah dengue (DBD) secara internal sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit di lingkungan kerja, Selasa 27 Januari 2026. Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di Kantor Dinkes Kaltim Jl. A. Wahab Syahranie, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, Eryariyatin, mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 200 dosis vaksin DBD yang diperuntukkan bagi pegawai dan tenaga kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk pelaksanaan hari ini kita siapkan 200 dosis, mencakup karyawan Dinkes Provinsi, UPTD, tenaga kesehatan, Rumah Sakit Mata, RSUD Abdoel Wahab Sjaranie, termasuk keluarga mereka,” ujar Eryariyatin.
Menurutnya, vaksinasi internal ini merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif Dinkes Kaltim dalam menekan risiko penularan DBD, khususnya di lingkungan kerja pelayanan kesehatan. Selain itu, Eryariyatin juga mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk memanfaatkan vaksinasi DBD sebagai langkah perlindungan diri dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Sementara itu, salah satu penerima vaksin DBD Dinkes Kaltim, Budi Irwansyah, mengaku bersyukur bisa mengikuti vaksinasi DBD lebih awal. Ia menilai vaksinasi ini memberikan perlindungan tambahan, terutama bagi tenaga kesehatan.
Budi menjelaskan, sebelum pelaksanaan vaksinasi, seluruh peserta terlebih dahulu mendaftar melalui sistem barcode yang disiapkan oleh Dinkes Kaltim. "Namun, tidak semua pegawai ikut vaksin hari ini pelaksanaan karena berbagai kendala," kata Budi.
Selain vaksin, Budi menuturkan ia juga melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan DBD, khususnya melalui kebersihan lingkungan. Misalnya, dengan melaksanakan 3M, yaitu menguras bak mandi dan tempat penampungan air, menutup penampungan air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air. Dengan begitu, akan meminimalisir sarana bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
"Kalau kita bicara DBD, tentu penularannya harus kita pahami. Pertama dari agent biological, yaitu nyamuk yang menularkan virus dengue-nya. Oleh karena itu bagaimana kita menghindari dan membatasi supaya nyamuk tidak berada di atau ketemu kita," ujar Budi.
Meski begitu, Budi menilai kehadiran vaksin DBD menjadi terobosan penting dalam pencegahan penyakit, karena memberikan perlindungan melalui pembentukan kekebalan tubuh, di samping langkah-langkah pengendalian lingkungan yang selama ini dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....