Strategi Balikpapan Memperkuat Ketahanan Pangan Penyangga Ibu Kota
- 25 Jan 2026 19:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan secara intensif mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi lahan pertanian seluas lebih dari 100 hektar sekitar 97 hektar berada di kawasan Bukit Sinjai, Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Langkah progresif ini merupakan respons atas keterbatasan lahan pertanian di Balikpapan yang saat ini hanya mencakup 15 persen dari total luas wilayah.
Sebagai bagian dari penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan berupaya mereduksi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah dengan memaksimalkan potensi lokal.
Hingga saat ini, dari total potensi lahan yang tersedia, baru sekitar 26 hingga 27 hektar lahan yang telah dimanfaatkan secara aktif. Untuk mempercepat pengembangan, pemerintah membuka ruang kolaborasi bagi kelompok masyarakat dan petani lokal dalam pengelolaan lahan tersebut.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan lintas sektor.
"Fokus utama kami adalah program peningkatan ketahanan pangan yang menyasar masyarakat, petani, UMKM, hingga nelayan guna meningkatkan taraf hidup mereka," ujar Bagus usai mengikuti kegiatan HUT FPPI Kaltim, pada 24 Januari 2026.
Program di Bukit Sinjai tidak hanya sekadar penanaman konvensional, tetapi mengusung konsep Integrated Farming System (IFS) atau sistem pertanian terpadu.
Sistem ini mengintegrasikan subsektor persawahan, perkebunan, dan peternakan dalam satu siklus produksi yang efisien dan minim limbah (zero waste).
Penerapan IFS diharapkan menjadi sarana edukasi bagi petani untuk beralih ke pola pertanian modern yang lebih berkelanjutan. Selain rehabilitasi lahan sawah dan perbaikan infrastruktur irigasi, program ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan yang tangguh terhadap fluktuasi harga pasar global.
Upaya lokal ini sejalan dengan Rancangan Program Prioritas Kementerian Pertanian 2026 yang menargetkan swasembada pangan nasional melalui intensifikasi lahan dan penguatan cadangan pangan di setiap daerah.
Dengan mengoptimalkan Bukit Sinjai, Balikpapan tidak hanya menjaga ketersediaan bahan pokok, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis di kota Beriman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....