Pantai Segarasari Balikpapan: Pesona Bahari di Tengah Persaingan

  • 25 Jan 2026 18:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Kota Balikpapan, gerbang utama Kalimantan Timur, menyimpan pesona wisata bahari yang tak lekang oleh waktu. Salah satu permata tersembunyi yang wajib disinggahi adalah Pantai Segara Sari. Dikenal karena keasrian dan kenyamanannya, pantai ini menawarkan paket liburan lengkap bagi keluarga, ditunjang oleh fasilitas publik yang memadai.

Pantai Manggar Segarasari dirancang sebagai destinasi yang ramah pengunjung. Fasilitas umum tersedia lengkap, mulai dari area parkir yang luas, toilet bersih, hingga musala untuk beribadah.

Kenyamanan pengunjung semakin terjamin dengan beragam opsi penyewaan. Wisatawan dapat menyewa ban karet untuk berenang, tenda dan karpet untuk bersantai di tepi pantai, hingga mencoba sensasi mengendarai ATV di sepanjang pesisir.

Bagi yang ingin menginap, tersedia pula pilihan menyewa vila dengan fasilitas beragam. Destinasi wisata pantai di Balikpapan ini menarik pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Samarinda, Kutai Kartanegara, dan sekitarnya.

Keramaian ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan penyedia jasa di sekitar pantai.

Pedagang UMKM pakaian khas Kaltim, Ria, mengonfirmasi bahwa pembelinya banyak berasal dari luar daerah. Hal ini menunjukkan peran strategis Pantai Segara Sari sebagai etalase budaya dan ekonomi regional.

" Pengunjung banyak beli baju dari luar kota," ucapnya kepada RRI.CO.ID pada Minggu, 25 Januari 2026.

Meskipun memiliki daya tarik yang kuat, para pedagang di Pantai Segarasari saat ini menghadapi tantangan signifikan. Beberapa penyedia jasa, seperti Tappa (68), penyewa ban, dan Abdan, penyewa terpal dan ATV, mengeluhkan penurunan drastis jumlah pengunjung sejak awal tahun 2026.

"Sepi ini, kadang kalau ramai bisa dapat 400 ribu, kalau sedang bisa dapat 200 ribu, dan jika pengunjung tidak ada ya tidak dapat apa-apa nak," ungkap Nenek Tappa, yang tetap bersyukur masih bisa produktif mengisi waktu luangnya.

Abdan juga menyampaikan hal serupa, mencatat penurunan omset yang terasa jauh berbeda dibanding tahun lalu. Jika pada masa ramai ia bisa meraup omset hingga Rp 1 juta sehari, kini pendapatannya jauh berkurang.

Fenomena penurunan pengunjung ini, menurut Ria, disebabkan oleh semakin banyaknya destinasi wisata pantai baru yang bermunculan di Balikpapan.

Ini menjadi edukasi penting dalam ekosistem pariwisata, persaingan adalah keniscayaan. Bagi pengelola dan pedagang, situasi ini mendorong pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas layanan untuk tetap relevan di mata wisatawan.

Harapan para pedagang tetap sama agar kunjungan wisatawan kembali ramai seperti sediakala, memulihkan denyut nadi ekonomi di Pantai Segarasari.

Bagi wisatawan, keberadaan destinasi baru justru menjadi pilihan menarik. Namun, mendukung wisata lokal seperti Pantai Segarasari, tetap menjadi langkah bijak untuk menjaga keberlanjutan ekonomi kerakyatan di Balikpapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....